Marangin Sedang Disiapkan untuk Duel Januari 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marangin Marbun (kiri) saat bertanding melawan Leon Moore di Singapura pada Januari 2010. REUTERS/Tim Chong

    Marangin Marbun (kiri) saat bertanding melawan Leon Moore di Singapura pada Januari 2010. REUTERS/Tim Chong

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum tewas ditembak polisi, petinju profesional Marangin Marbun disiapkan untuk naik ring pada pekan kedua Januari mendatang. Bahkan, seorang pelatih disiapkan khusus untuk mempersiapkan Marangin.

    Pemilik Sasana Tinju Cah Sragen Bambang Supadi mengatakan pihaknya sudah menunjuk Irvan sebagai pelatih khusus untuk Marangin. “Keduanya kompak sekali dan jadi tim yang bagus," ujar Bambang, Selasa, 3 Desember 2013.

    Marangin terakhir kali naik ring melawan petinju asal Filipina Mark Vincent Bernaldez di Escalante City Coliseum, Filipina, 24 Agustus 2013. Saat itu petinju yang dijuluki "Dinamit" ini kalah dari Bernaldez yang baru berusia 19 tahun.

    Setelah laga itu, Marangin disiapkan untuk bertanding melawan Hendrik Barongsai pada Januari 2014. "Tadinya pertandingan itu akan disiarkan di TVRI," kata Bambang.

    Akan tetapi, cita-cita Bambang untuk menjadikan Marangin juara dunia kandas. Marangin tewas ditembak anggota Kepolisian Sektor Cipondoh pada Sabtu lalu. Petinju berusia 28 tahun ini bersama adiknya, Irvan Barita Marbun, diduga mencoba merampas sepeda motor milik Marjaya.

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Sitok Dituduh Hamili Wanita HIV/AIDS dan Kondom Kecelakaan Paul Walker Polwan Berjilbab Jokowi Nyapres

    Berita lain:
    Begini Marangin Meniti Karier Profesional
    Bu Pur Panggil Kapolri 'Dik Tarman' 
    9 Gaya Panggung Agnes Monica yang Bikin Heboh
    Sandra Dewi Kepergok Mojok dengan Edgard di Kafe 
    Alasan Ahok Minta Pintu Tol Semanggi I Ditutup 
    Bu Pur di Mata Kapolri Sutarman  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.