Jokowi Sepakat Bandara Cengkareng Pindah ke Halim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berebut menyalami Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai melihat pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). Jokowi menghadiri acara ini bersama keluarganya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga berebut menyalami Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai melihat pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). Jokowi menghadiri acara ini bersama keluarganya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, sepakat dengan rencana pemindahan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Bandara Halim Perdana Kusuma. Walaupun, kata Jokowi, belum ada surat resmi mengenai rencana itu. Tapi, pembicaraan dengan pemerintah pusat sudah dilakukan.

    "Saya setuju karena bisa memecah kemacetan di kawasan arah Cengkareng juga," kata Jokowi, di Balai Kota, Kamis, 5 Desember 2013. Rencananya Kementerian Perhubungan akan memindahkan penerbangan komersil dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim per Januari 2014.

    Jokowi mengatakan, Kementerian Perhubungan sudah berkoordinasi dengan DKI untuk segera menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan. Khususnya, menurut Jokowi, masalah rekayasa lalu lintas.

    Usulan memindah pangkalan maskapai dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Halim sudah muncul dari PT Angkasa Pura II. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pengembangan Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Pengembangan itu, nantinya akan dimulai empat bulan mendatang.

    SYAILENDRA

    Berita Terpopuler
    Konflik Farhat-Dhani Masuki Babak Baru 

    Emir Moeis Disebut Dapat Gratifikasi Seks di Paris 

    Paul Walker Sebenarnya Bisa Selamatkan Diri 

    Disebut Ada Mahasiswi Lain yang Alami seperti RW

    Gaya Agnes Monica Tiru Emoticon WhatsApp


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.