Bambang DH: Jokowi Layak Jadi Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Dwi Hartono. dok TEMPO/Dwi Narwoko

    Bambang Dwi Hartono. dok TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, mendukung wacana yang menginginkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, maju sebagai Calon Presiden 2014-2019. Bambang menilai Jokowi sangat layak memimpin Indonesia. “Saya lihat semangatnya seperti itu,” kata Bambang, kepada Tempo, Kamis, 5 Desember 2013.

    Menurutnya, popularitas Jokowi tinggi, melampaui tokoh-tokoh lain yang juga ingin maju sebagai calon presiden seperti Prabowo Subianto maupun Aburizal Bakrie. Survei-survei dari berbagai lembaga menjagokannya. “Sebagai orang awam saja kita tahu bagaimana popularitas Jokowi,” kata Bambang.

    Tapi Bambang mengaku tidak tahu apakah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden. Menurutnya, kebijakan mengenai itu berada di tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Semua tergantung ketua umum. Itu sudah kita sepakati dalam partai, dalam Kongres dan Rakernas,” kata Bambang. “PDIP sebagai organisasi menyerahkan calon presiden ke ketua umum.”

    Bambang mengatakan warga Jakarta tidak akan kehilangan Jokowi. Sebagai presiden kelak Jokowi pasti akan terus memantau Jakarta, sementara Ahok akan tetap kencang seperti sekarang, terutama soal reformasi birokrasi. Menurutnya, Jokowi punya peluang besar memenangi Pilpres 2014. “Jokowi ini karakternya disukai. Masyarakat jenuh dengan model leader saat ini,” kata dia. “Rakyat ingin pemimpin yang bekerja enggak banyak omong.”

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebut-sebut mewacanakan bekas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, sebagai duetnya menggantikan Joko Widodo. Hal itu mungkin saja terjadi bila Jokowi maju sebagai Capres 2014 dan Ahok otomatis menggantikannya sebagai DKI 1.

    Ahok memproyeksikan Bambang DH sebagai wakil gubernur. Secara pribadi, Ahok menyatakan memilih Bambang DH karena prestasinya membuat Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi modern dan lebih hijau. Kepada Tempo, Bambang DH mengaku telah “dipinang” Ahok. Berulang kali dalam berbagai kesempatan, kata Bambang, Ahok melontarkan keinginannya.

    Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur ini, mengatakan dirinya siap kapanpun dan di manapun bila partai menghendaki. “Terserah partai yang mengatur,” kata Bambang.

    Bambang mengatakan bahwa dirinya adalah orang partai yang tertib organisasi. Apa kata partai dia turut. Termasuk ketika partai menyuruhnya untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur September lalu, Bambang mengaku melaksanakan dengan baik. “Saya sebetulnya tidak ingin maju pilgub tapi partai bilang harus, jadi saya menjalankannya” katanya.

    AGUS SUPRIYANTO | EDWIN FAJERIAL

    Terpopuler:

    Kata Suami Bu Pur Soal Istana, SBY, dan Istrinya
    Heboh Foto Mesra Ariel dan Sophia Latjuba  

    Dikalahkan Metro TV, Dipo Alam Dihukum Rp 250 Juta

    Emir Moeis Disebut Dapat Gratifikasi Seks di Paris

    Paul Walker Sebenarnya Bisa Selamatkan Diri


    Gaya Agnes Monica Tiru Emoticon WhatsApp
    Atut Lantik Adiknya Jadi Wali Kota Serang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.