Soal Briptu Rubby Tanggung Jawab Pengelola Parkir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO.CO, Jakarta - Keamanan tempat parkir tidak boleh diabaikan kendati berlokasi di markas Kepolisian. "Aksi kriminal tidak mengenal tempat. Asal ada kesempatan pelaku pencurian bisa beraksi di mana saja, termasuk kantor polisi," ujar anggota Komisi Polisi Nasional Brigadir Jenderal Polisi (Purnawirawan) Syafriadi Cut Ali kepada Tempo, Jumat, 6 Desember 2013.

    Pada 27 November 2013 lalu, terjadi pembobolan tiga mobil yang terparkir di dalam lingkungan markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Ketiga mobil yang dibobol tersebut adalah Honda Freed putih bernomor polisi B 1103 FFR milik anggota Samapta Bhayangkara Polda Metro Jaya Inspektur Polisi Dua Metty Nurhaneni; Honda Jazz Putih bernomor polisi D 1177 ANN milik Suraga, seorang pegawai negeri sipil di Polda; dan Toyota Yaris hitam bernomor polisi D 1727 WF milik anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Satu Rubby.

    Diketahui belakangan bahwa pembobolan mobil milik Briptu Rubby dilakukan oleh dia sendiri dengan tujuan mendapat uang tambahan dari orang tuanya, yakni Suraga yang mobilnya juga dibobol. Namun rupanya, pada hari yang sama ada aksi pencurian lain di lokasi yang sama dilakukan oleh pelaku bernama Ricky Arnold. Aksi Ricky terekam kamera pengawas. Ricky pun sudah berhasil ditangkap pihak kepolisian.

    Syafriadi menganggap peristiwa pembobolan sejumlah mobil di markas Polda Metro Jaya pada 27 November 2013 silam sebagai kelalaian pengelola parkir. "Harusnya pengelola parkir ikut bertanggung-jawab, apalagi tarif parkir sekarang sudah tidak murah." Dia berpendapat, seharusnya dalam tarif parkir terdapat asuransi untuk menanggung kerugian pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan atau pencurian.

    Di mata Syafriadi, area parkir Polda Metro Jaya sudah menjadi area umum yang bisa dimasuki siapa saja. "Memang ada di dalam markas polisi, tapi soal keamanan ya harus tetap diperhatikan." Pemilik kendaraan pun, kata dia, harus berinisiatif untuk mengamankan kendaraan miliknya. "Ya, jangan asal menyimpan barang di dalam mobil."

    PRAGA UTAMA

    Terpopuler:

    Kata Suami Bu Pur Soal Istana, SBY, dan Istrinya
    Heboh Foto Mesra Ariel dan Sophia Latjuba 
    Dikalahkan Metro TV, Dipo Alam Dihukum Rp 250 Juta 
    Emir Moeis Disebut Dapat Gratifikasi Seks di Paris
    Paul Walker Sebenarnya Bisa Selamatkan Diri
    Gaya Agnes Monica Tiru Emoticon WhatsApp
    Atut Lantik Adiknya Jadi Wali Kota Serang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.