Boni Hargens Persilakan Ruhut Laporkan Balik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens mengaku tak takut terhadap ancaman politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul, yang mengatakan akan balik melaporkan dirinya ke kepolisian. Ruhut, kata dia, tak memiliki acuan hukum pasti yang dapat menjerat dirinya. “Silakan saja, dasarnya apa?” kata Boni di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jumat, 6 Desember 2013.

    Boni menuturkan, dirinya melaporkan Ruhut sebagai pembelajaran bagi pejabat publik agar tak mendiskriminasi dan menyebar kebencian pada ras tertentu. Selain ke Kepolisian, ia akan melaporkan Ruhut pada Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat.

    Ruhut, kata Boni, seharusnya bisa menahan diri terkait jabatannya sebagai anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. Perkataan Ruhut, ujar dia, tak mencerminkan seseorang yang membela kepentingan rakyat. "Saya ingin BK mengadili Ruhut," kata dia.

    Dion Pongkor, selaku kuasa hukum Boni, berharap Kepolisian menjalankan sistem hukum agar masalah tersebut terselesaikan. Dalam laporan bernomor TBL/4359/XII/2013/PMJ/Dit Reskrimsus, kata dia, Ruhut dituduh melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun. "Dia menyebarkan kebencian pada ras tertentu," ujar Dion.

    Dalam salah satu acara televisi swasta, Ruhut sebelumnya menyebut Boni sebagai golongan kulit hitam yang harus dilawan. Keduanya hadir bersama dalam acara diskusi mengenai kasus korupsi Hambalang dan Bu Pur. Ucapan Ruhut itulah yang dilaporkan ke Kepolisian.

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler
    Batik Mandela Disebut Madiba 
    Cara Mandela Dewasakan Militer Anti-Apharteid 
    Soeharto Juluki Nelson Mandela Pendekar Keadilan
    Cinta Nelson Mandela untuk Winnie

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.