Warga Rusun Marunda Keluhkan Fasilitas Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penghuni berangkat kerja dari dari kediamannya di Rusun Marunda yang beberapa waktu lalu kosong, Jakarta, Rabu (9/1). TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang penghuni berangkat kerja dari dari kediamannya di Rusun Marunda yang beberapa waktu lalu kosong, Jakarta, Rabu (9/1). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Rusun Marunda Blok C mengeluhkan fasilitas rusun yang tak memadai. Air yang mereka pakai sehari-hari berwarna dan menyebabkan gatal-gatal.

    Dewi, 25 tahun, salah seorang warga rusun di Blok C1, mengaku merasa gatal-gatal setiap habis menggunakan air. "Airnya merah dan bikin gatal," kata dia saat ditemui di Rusun Marunda, Sabtu, 7 Desember 2013. Hal tersebut sudah dialaminya dan warga semenjak awal tinggal di rusun.

    Menurut Dewi, air di rusun Blok C ini bukan air yang berasal dari PDAM. "Memang airnya belum dari PDAM," kata dia. Jadi, airnya, kata dia, sering kali mengandung tanah dan pasir. "Airnya tidak bening," kata dia.

    Akibatnya, menurut Dewi, warga tidak bisa menggunakan air tersebut untuk keperluan minum dan memasak. "Kami pakai air galon untuk minum dan masak," kata dia. Otomatis, warga mengeluarkan biaya lebih banyak.

    Hal yang sama dikeluhkan juga oleh Suhartijah, 56 tahun, warga rusun lain yang tinggal di Blok C lantai lima. Menurut dia, air yang keluar harus disaring lebih dulu sebelum digunakan agar tidak terlalu berwarna. "Ini kulit saya sampai pada merah begini," kata dia. Dia juga mengatakan anggota keluarganya yang lain mengalami hal serupa. "Semua yang pakai air, gatal-gatal," kata dia.

    Selain persoalan air, warga juga mengeluhkan mengenai atap yang bocor. Setiap hujan, hampir setiap unit yang ditempati warga di Blok C1 bocor. Bahkan, unit nomor 512 yang ditempati Dewi atapnya telah bolong. "Saya jadi harus mengungsi di musala rusun," kata dia. Padahal, Dewi tinggal bersama dengan anaknya yang masih balita.

    Rusun Blok C ini rata-rata dihuni oleh warga Pluit yang pindah akibat banjir pada Januari 2013 lalu. Di Blok C1, rata-rata mereka baru menghuni rusun tersebut pada awal November lalu. Di Blok ini ada sekitar 20 unit yang telah terisi.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita lain:
    Lagi, Beredar Foto Mesra Ariel-Sophia di Stasiun  
    Kutang Lancip Agnes, Indah tapi Berbahaya
    Wanita-wanita di Sekeliling Ariel 
    Sophia Latjuba, dari Foto Topless hingga Produser
    Setelah Tabrakan, Paul Walker Bertahan Beberapa Detik
    Tweet Romantis Ariel Setelah Foto Mesra Beredar
    Puing Porsche Paul Walker Jadi Sasaran Pencuri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.