Jokowi Pakai Baju Betawi dalam Kirab Keraton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Tempo/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menggelar kirab sebagai acara penutup Pagelaran Agung Keraton Sedunia pada Ahad hari ini, 8 Desember 2013. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mengambil bagian dalam kirab tersebut. Panitia pun telah menyiapkan kostum khusus bagi dia.

    "Saya akan menggunakan kostum Betawi lama," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, saat ditemui di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Sabtu, 7 Desember 2013. Hanya, dia belum bisa memerinci bentuk konstum yang akan digunakan karena belum melihat kostum tersebut.

    Selama menjadi Wali Kota Surakarta, Jokowi kerap terlihat mengenakan kostum wayang saat mengikuti acara karnaval atau kirab. "Kalau kostum wayang tidak cocok dengan tema kegiatan kali ini," katanya. Sebab, Pagelaran Agung Keraton Sedunia sengaja digelar untuk memamerkan kebudayaan dari masing-masing daerah.

    Dalam kirab tersebut, para peserta festival akan diarak dengan puluhan kereta kencana. "Keretanya dari Solo, Yogyakarta, dan Cirebon," kata Jokowi. Namun dia mengaku belum mengetahui kereta yang akan digunakannya saat mengikuti kirab.

    Iring-iringan kirab budaya ini mengambil rute mulai dari sisi timur laut Tugu Monas, bergerak ke Jalan Medan Merdeka Utara, kemudian menyusuri Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan, lalu kembali ke Tugu Monas melalui pintu tenggara. (Baca: Festival Keraton di Monas, Jokowi-Ahok Kirab)

    AHMAD RAFIQ

    Berita Lainnya:
    Festival Keraton di Monas, Jokowi-Ahok Kirab
    Pangkalan Gas Elpiji Perlu Ditelusuri
    Penjagaan Lebih Ketat Saat Puncak Festival Keraton
    Polisi Tutup Akses Temuan Gua Baru di Gunung Kidul
    Pengamat: WTO Rugikan Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.