Warga Gusuran Ria Rio Terus Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di antara barang-barang milik warga yang diamankan, pada saat penggusuran bangunan-bangunan di sekitar Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Jakarta, (30/11). Penertiban dilakukan di RT 2, 6, dan 7/RW 15. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anak-anak bermain di antara barang-barang milik warga yang diamankan, pada saat penggusuran bangunan-bangunan di sekitar Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Jakarta, (30/11). Penertiban dilakukan di RT 2, 6, dan 7/RW 15. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Camat Pulogadung, Teguh Hendarwan, mengatakan warga yang mendaftar sebagai warga gusuran Waduk Ria Rio terus bertambah. Awalnya, menurut Teguh, tercatat ada 232 KK yang mendaftar untuk direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) yang telah disediakan pemerintah.

    "Tapi kemudian pas relokasi Kamis (5 Desember) kemarin, bertambah jadi 345 KK," kata Teguh kepada Tempo, Ahad, 8 Desember 2013.

    Menurut Teguh, sebanyak 345 KK telah menempati unit rusun di Pinus Elok dan Cakung Barat. Namun, warga masih mengeluhkan tidak mendapat rusun. "Saya juga bingung itu ada warga yang belum dapat rusun. Padahal, total unit yang disediakan ada 350 unit," kata Teguh.

    Saat ini, kata Teguh, masih ada warga yang mendatangi kantor Kecamatan Pulogadung untuk mendaftarkan unit rusun. "Malah sekarang datanya bertambah lagi, hampir 500 KK," ujarnya. "Kalau kami sih tidak masalah merelokasi warga, tapi kan Dinas Perumahan hanya menyediakan 350 unit. Dan itu sudah penuh."

    Menurut Teguh, bertambahnya jumlah keluarga yang mengaku tinggal di bantaran Waduk Ria Rio karena adanya uang kompensasi sebesar Rp 4 juta. "Saya sudah tahu ada beberapa warga yang bukan warga Pedongkelan, masuk dan menempati rusun," kata dia.

    Beberapa keluarga itu berasal dari Galur, Tanah Tinggi, dan Tanjung Priok. "Jadi, ini dimanfaatkan warga karena tidak melalui pengundian terlebih dahulu," ujarnya. Rusun itu, Teguh melanjutkan, sebenarnya diprioritaskan bagi warga yang memiliki bangunan di bantaran Waduk Ria Rio. "Yang mengontrak tidak dapat. Makanya dilihat KTP-nya, KK-nya. Kalau bukan warga Pedongkelan, Dinas Perumahan bisa mengeluarkannya."

    Sebelumnya, sebanyak 30 keluarga yang sebelumnya tinggal di bantaran Waduk Ria Rio di Pedongkelan, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, belum mendapatkan unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cakung Barat.

    Muhammad, 48 tahun, sekretaris warga RT 07 RW 15, mengatakan warga yang sempat bertahan di tanah seluas 2,1 hektar yang diklaim milik ahli waris mantan Wakil Presiden Adam Malik belum direlokasi ke rusun. "Masih banyak korban gusuran di lahan Adam Malik yang belum dapat rusun. Ada sekitar 30-an KK," kata Muhammad, Ahad.

    Selain itu, kata Muhammad, mereka juga belum mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp 4 juta. "Padahal, mereka warga Pedongkelan yang telah digusur," ujarnya.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lainnya:
    Soekarwo: Anas Lecehkan SBY  
    Demokrat Ingin Ruhut dan Boni Hargens Berdamai  
    Diserang Farhat, Ahmad Dhani akan Somasi Maia
    Pakar Hukum: Boediono Bakal Jadi Tersangka
    Pria Ini Lebih Percaya Serban Dibanding Helm


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.