Polisi: KNKT Selidiki Tabrakan Kereta Bintaro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berusaha memadamkan kebakaran di lokasi kecelakaan KA Ulujami Bintaro, Jakarta (9/12). TEMPO/Muhammad Nafi

    Petugas berusaha memadamkan kebakaran di lokasi kecelakaan KA Ulujami Bintaro, Jakarta (9/12). TEMPO/Muhammad Nafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, menyatakan saat ini pihaknya masih berfokus membantu evakuasi korban kecelakaan kereta Commuter Line yang terjadi di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. “Setelah evakuasi dan pemadaman api, penyebab tabrakan akan ditelisik oleh KNKT,” ujarnya, Senin, 9 Desember 2013.

    Ia menjelaskan, hingga kini belum diketahui penyebab tabrakan apakah karena mobil tangki elpiji menerobos pintu palang kereta api, ataukah karena petugas penjaga pintu kereta yang lalai. “Petugas penjaga pintu belum diperiksa Kepolisian,” tuturnya. Sebanyak 22 mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan.

    Seperti diketahui, kereta Commuter Line nomor 1131 tujuan Serpong-Tanah Abang mengalami kecelakaan di jalur arah Pondok Ranji menuju Kebayoran Lama. Kecelakaan yang terjadi pukul 11.20 WIB itu disebabkan kereta bertabrakan dengan truk pengangkut elpiji.

    Akibat tabrakan itu, gerbong pertama kereta atau gerbong khusus wanita meledak dan terbakar. Begitu pula dengan truk elpiji serta sebuah sepeda motor yang berada di dekat lokasi kejadian.

    Lebih jauh, Wahyu menjelaskan, setidaknya 30 penumpang kereta korban kecelakaan kereta tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit dr Suyoto, Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan Rumah Sakit Fatmawati. “Mereka dalam keadaan selamat, tapi terluka,” tuturnya.  

    Dari kondisi terkini di lapangan, kata Wahyu, sebanyak tujuh orang tewas. “Mereka semuanya penumpang,” katanya.

    Kini, Kepolisian tengah mengevakuasi seorang masinis kereta bernama Sudarmanto yang masih terjepit di dalam kereta. “Kemungkinan sudah meninggal karena posisi gerbong perempuan yang posisinya paling depan terkena,” tutur Wahyu.

    DEWI RINA

    Berita Terpopuler Lainnya
    Agnes Mo Tak Pernah Merasa 'Saltum'  
    Kerusuhan Pecah di Little India Singapura
    Jokowi-Ahok Kumpul di Rumah Megawati  
    Ini yang Membuat Mandela Kagum pada Fidel Castro  
    Artijo, Hakim 'Killer' di Mata Koruptor  

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.