Luka Sopir Tangki Tabrak Kereta Bintaro Tak Parah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berkerumun untuk menonton dan mengambil gambar dengan ponsel di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan kereta api menabrak truk tangki BBM di lintasan KRL Ulujami, Bintaro,  Jakarta (9/12). Gerbong pertama terbakar akibat kendaraan tangki BBM menerobos perlintasan saat kereta akan lewat.  REUTERS/Beawiharta

    Warga berkerumun untuk menonton dan mengambil gambar dengan ponsel di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan kereta api menabrak truk tangki BBM di lintasan KRL Ulujami, Bintaro, Jakarta (9/12). Gerbong pertama terbakar akibat kendaraan tangki BBM menerobos perlintasan saat kereta akan lewat. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter ahli bedah plastik Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr Poengki Dwi, mengatakan luka bakar yang dialami sopir dan kernet truk tangki tidak terlalu parah. Menurut dia, para korban luka bakar yang ditanganinya masih dalam keadaan sadar.

    Tabrakan kereta dengan truk tangki itu terjadi pukul 11.20 WIB. Setidaknya enam orang ditemukan tewas dalam tabrakan itu. "Sopir mobil dan kernet truk tangki luka bakarnya tidak terlalu parah," kata Poengki di Lobi RSPP, Senin, 9 Desember 2013. "Untuk sopir, luka bakarnya hanya 10 persen, sedangkan kernet luka bakarnya 25 persen."

    Poengki mengatakan, luka bakar korban berada di sekitar wajah. "Kami perlu hati-hati dalam penanganannya karena ini luka bakar berada di wajah."

    Jika terjadi gangguan pernapasan pada korban, Poengki melanjutkan, sesegera mungkin tim dokter akan memasang alat bantu pernapasan pada kedua korban itu. "Namun sekarang mereka masih pada sadar."

    Adapun kedua korban lainnya, Slamet dan Anieke Yolanda, Poengki mengatakan, hanya mengalami patah tulang dan gangguan pernapasan. Simak perkembangan kecelakaan kereta Bintaro di sini.

    REZA ADITYA


    Berita terkait:

    Tabrakan Bintaro, Korban Berguling di Gerbong
    Tabrakan Kereta Bintaro, 128 Rute ke Serpong Kacau
    78 Nama Korban Tabrakan Kereta Bintaro
    Efek Tabrakan Bintaro, Penumpang KRL Telantar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.