Satu Lagi Korban Tabrakan Bintaro Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban meninggal akibat kecelakaan KRL 1131 di Bintaro dengan truk Pertamina muatan bahan bakar minyak bertambah satu orang. Korban yang bernama Betty Aryani ini seharusnya menjalani amputasi tangan malam tadi.

    "Kondisi korban memburuk saat akan dilakukan amputasi pergelangan tangan," kata Lia Partakusuma, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Fatmawati, melalui pesan pendek pada Selasa, 10 Desember 2013. Menurut Lia, saat tiba di rumah sakit kondisi korban memang parah.

    Tangan kanannya luka bakar tingkat empat atau nyaris gosong sehingga perlu diamputasi. Jika tidak, Lia menuturkan, malah menjadi racun bagi tubuhnya, terlebih ginjal korban juga mengalami gangguan. Betty meninggal sekitar pukul 20.45 WIB saat akan menjalani operasi.

    Dengan meninggalnya Betty, tercatat korban meninggal berjumlah 6 orang. Tiga di antaranya adalah petugas kereta termasuk masinis. Puluhan lainnya luka-luka.

    Menurut Lia, total ada 10 korban kecelakaan yang dibawa ke Fatmawati. Empat di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Dua orang rencananya akan dirujuk ke RS Pusat Pertamina karena luka bakar serius.

    SYAILENDRA


    Foto-foto Kecelakaan Kereta di Bintaro:

    Mengenang Kecelakaan KRL Bintaro, 26 Tahun Lalu
    KRL Terbakar dalam Kecelakaan di Perlintasan Bintaro
    Proses Pemadaman KRL Terbakar di Bintaro
    Beberapa Kecelakaan KRL dalam Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.