Jabodetabek Diguyur Hujan Sore Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah memebersihkan layar pemantau cuaca di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas tengah memebersihkan layar pemantau cuaca di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia, memperkirakan cuaca berawan akan menaungi seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada pagi ini, Selasa, 10 Desember 2013.

    Meski paginya berawan, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan turun di sebagian besar wilayah tersebut pada sore dan malam hari.

    Pada sore hari, hujan ringan akan turun di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. Sedangkan, hujan dengan intensitas lebih besar akan turun di wilayah Depok, Tangerang, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bogor.

    Adapun Jakarta Utara merupakan satu-satunya daerah yang berawan pada sore hari.

    Pada malam hari, hujan masih akan turun di sebagian besar wilayah Jakarta. Hujan ringan akan mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok. Kepulauan Seribu dan Bogor akan mendapat guyuran hujan sedang.

    Sementara, pada malam hari hujan tak turun di tiga wilayah yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang. Terkait suhu dan kelembapan, BMKG memperkirakan wilayah DKI Jakarta akan bersuhu 24-34 derajat Celsius dengan kelembapan 63-98 persen.

    BMKG juga memprediksi tetap adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek. Anda sebaiknya berlindung di tempat yang aman dan menghindari pohon besar saat hujan yang disertai angin terjadi.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.