Penyelidikan Tragedi Kereta Bintaro Butuh Tiga Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil tangki bahan bakar terbakar setelah menabrak KRL di perlintasan Bintaro Permai (9/12). TEMPO/Dewi Rina

    Mobil tangki bahan bakar terbakar setelah menabrak KRL di perlintasan Bintaro Permai (9/12). TEMPO/Dewi Rina

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki kecelakaan maut antara kereta api Commuterline dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak di perlintasan Jalan Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hasil penyelidikan akan bisa diketahui khalayak dalam waktu minimal tiga bulan ke depan.

    "Kami tak boleh gegabah, semua pihak harus bersabar," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2013.

    Menurut Tatang, normalnya, investigasi kecelakaan kereta api bisa memakan waktu hingga enam bulan. "Tapi kami mengharapkan tiga bulan sudah selesai, kalau tidak ada hambatan."

    Ia menambahkan, investigasi KNKT dilakukan untuk mencari jawaban mengapa dan bagaimana terjadinya kecelakaan tersebut. Investigasi tidak mencari siapa yang salah atau siapa yang bertanggung jawab.

    "Kami mencari kelemahan sistem pada satu kecelakaan untuk diperbaiki. Mengenai pelanggaran itu sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kepolisian," katanya.

    PINGIT ARIA


    Terpopuler:

    Tragedi Kereta Bintaro, Truk Tangki Memaksa Masuk?
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro  
    Ini Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987  
    Nama 7 Korban Tabrakan Kereta Bintaro di Fatmawati
    Tabrakan Kereta Bintaro, Masinis Meninggal  
    Korban Kereta Bintaro Tak Merasa Masinis Mengerem
    Kereta Tabrak Truk Tangki di Bintaro, Enam Tewas
    Siapa Masinis Kereta Naas di Bintaro?
    Kecelakaan Kereta Bintaro, 10 Pemadam Dikerahkan  
    78 Nama Korban Tabrakan Kereta Bintaro  




     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.