Kemenhub Diminta Segera Bangun Jalur Layang Kereta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan kecelakaan di perlintasan kereta dapat dicegah dengan percepatan pembangunan jalur kereta layang atau elevated rail. Untuk itu, pemerintah DKI meminta kepada Kementerian Perhubungan agar mempercepat proses pembangunan itu. 

    "Menhub mengatakan prosesnya bisa lima tahun, tapi kami meminta dibikin dua tahun selesai," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, saat ditemui di kantornya pada Selasa, 10 Desember 2013.

    Sebelumnya, telah terjadi insiden kecelakaan antara kereta Commuter Line dengan mobil truk tangki bahan bakar minyak di perlintasan kereta api Bintaro, Jakarta Selatan.  Dalam musibah itu enam orang tewas dan puluhan luka-luka.  

    Ahok menilai insiden tersebut sepenuhnya merupakan problem disiplin masyarakat yang tidak patuh pada aturan lalu lintas. Menurut Ahok, idealnya perlintasan jalur kereta api seluruhnya berupa flyover dan underpass.

    Ahok mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan untuk membahas elevated loopline tersebut. "Beliau mengatakan lima tahun karena ada pertimbangan kajian dampak kemacetan," kata Ahok. 

    Ahok mengatakan, dengan durasi pembangunan selama lima tahun, dampak kemacetan  bertambah sekitar 47 persen. "Kalau dikejar hingga dua tahun, kemacetan bisa mencapai 60 hingga 70 persen," kata Ahok. Ahok memilih dampak kemacetan yang lebih besar dengan durasi penyelesaian elevated loopline yang lebih cepat. "Mau yang 47 atau 60 persen kami tetap dimaki-maki, kok," kata Ahok.

    Ahok mengatakan, Menhub menyambut baik keinginannya meski kemacetan akan semakin terasa di Jakarta. "Risikonya, kan, paling kami tidak dipilih lagi di 2017," kata Ahok.

    Terkait perlintasan sebidang jenis flyover dan underpass, Ahok mengatakan, hanya akan dikejar pada titik-titik perlintasan kereta api yang tidak dilewati elevated loopline. "Itu pun harus disesuaikan dengan desain dan integrasinya dengan moda transportasi Monorail dan MRT nanti," kata Ahok. 

    Salah satu titik perlintasan yang disebut Ahok adalah perlintasan kereta Gunung Sahari. "Selebihnya saya tidak hafal," kata Ahok. Menurut Ahok, pembangunan perlintasan sebidang tersebut akan mulai dibangun pada tahun depan. Moda transportasi kereta api merupakan jenis yang akan sangat diandalkan di masa depan. "Makanya untuk dalam kota diusahakan bisa jalur layang atau bawah tanah," kata Ahok.

    ISMI DAMAYANTI

    Berita sebelumnya
    Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987 
    Insiden Kereta Bintaro, Pertamina Cek Truk Tangki
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro 
    Tabrakan Kereta Bintaro, Masinis Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.