Jonan Berkukuh KAI Tak Wajib Bangun Palang Pintu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil tanki bahan bakar yang tertabrak kereta jurusan Tanah Abang di lintasan Ulujami, Bintaro Pengsanggrahan, Jakarta (09/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan mengatakan, pada dasarnya, PT KAI tidak wajib membangun palang pintu perlintasan di jalan raya yang dilalui rel kereta api. "Tapi, karena historisnya palang pintu selalu dijaga petugas KAI, maka bebannya dilimpahkan kepada kami."

    Padahal, Jonan menjelaskan, palang pintu itu tanggung jawab bersama KAI, pemerintah daerah, dan kepolisian. "Bukan cuma kami," katanya di lokasi tabrakan kereta rel listrik dengan truk tangki di Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Desember 2013.

    Kemarin, sebuah truk tangki yang membawa 24 ribu liter Premium menerobos pintu perlintasan kereta di Jalan Raya Bintaro. Pada saat yang bersamaan, KRL jurusan Serpong-Tanah Abang melaju kencang menuju Stasiun Kebayoran Lama. 

    Tabrakan tak bisa dihindari sehingga truk tersebut meledak, lalu gerbong terdepan KRL anjlok dan ikut terbakar. Dalam peristiwa ini, lebih dari 80 orang terluka dan enam penumpang kereta, termasuk masinis dan petugas kereta, tewas.

    Kejadian ini, kata Jonan, lebih disebabkan oleh kurang disiplinnya para pengguna jalan. "Palang perlintasan memang kerap diterobos," katanya. Padahal, dengan tanda silang yang dipasang di perlintasan pun, seharusnya pengguna jalan berhenti sebelum melintasi rel.

    Terkait dugaan pelanggaran palang pintu oleh sopir truk tangki, Jonan enggan berspekulasi. "Kita juga tidak perlu menyalahkan Pertamina. Karena kalau benar sopirnya menerobos, itu bukan kesalahan institusi," dia menjelaskan. Namun dia berharap Pertamina mengevaluasi para pengemudi truk tangki. "Kalau memang banyak yang tidak disiplin, harus diberi pelatihan mengemudi lagi."

    Adapun solusi untuk mengurangi tingkat kecelakaan kereta, Jonan menyatakan, pembangunan underpass atau flyover lebih memungkinkan dibandingkan opsi lain. "Pembangunannya kan tidak butuh waktu lama," kata dia. Jonan juga meminta kepolisian memperketat penjagaan di pintu perlintasan. "Law enforcement-nya harus lebih tegas, dan harus ada hukuman yang membuat penerobos kapok."

    PRAGA UTAMA

     


    Terpopuler:
    Tragedi Kereta Bintaro, Truk Tangki Memaksa Masuk?
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro  
    Ini Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987  
    Nama 7 Korban Tabrakan Kereta Bintaro di Fatmawati
    Tabrakan Kereta Bintaro, Masinis Meninggal  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.