Selesai di KPK, Airin Akan Kunjungi Korban Bintaro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berencana mengunjungi korban-korban tragedi tabrakan kereta Bintaro. Setelah selesai diperiksa KPK pagi ini, pada sore harinya Airin akan mendatangi beberapa warga Tangsel yang menjadi korban.

    "Memang sejak kemarin sudah ada rencana kunjungan, kalau tidak ada halangan sore ini," kata Dedi Rafidi, Kabag Humas Tangsel, kepada Tempo, Selasa, 10 Desember 2013.

    Menurut Dedi, Airin telah memerintahkan camat untuk mengunjungi lokasi serta warga Tangsel yang menjadi korban. Sedangkan Airin sendiri kemarin sibuk dengan berbagai kegiatan dan rapat dengan para asistennya hingga malam hari.

    "Ibu telah memegang data-data warga Tangsel yang jadi korban. Insya Allah datang ke rumah sakit," ujar Dedi, yang tidak mengetahui jenis bantuan yang akan diberikan Pemkot Tangsel.

    Hari ini, Selasa, 10 Desember 2013, Airin telah tiba di KPK sejak pukul 09.35 WIB. Dia hadir mengenakan baju terusan serta kerudung warna putih. Airin akan diperiksa ulang sebagai saksi dalam kasus suap penanganan sengketa pilkada Kabupaten Lebak.

    Kemarin, Senin, 9 Desember 2013, terjadi kecelakaan di Jalan Bintaro Raya yang melibatkan kereta jurusan Tanah Abang-Serpong dengan truk tangki milik Pertamina. Mobil tangki ini diduga menerobos palang perlintasan saat kereta akan melintas. 

    ALIA FATHIYAH

    Terpopuler:
    Tragedi Kereta Bintaro, Truk Tangki Memaksa Masuk?
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro  
    Ini Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987  
    Nama 7 Korban Tabrakan Kereta Bintaro di Fatmawati
    Tabrakan Kereta Bintaro, Masinis Meninggal  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.