Awak PT KAI Korban Tragedi Bintaro Naik Pangkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa dua peti jenazah rekan kerjanya yang tewas akibat kecelakaan KRL di Bintaro saat dibawa ke Stasiun Gambir, Jakarta, (10/12). Tiga jenazah yakni Darman Prasetyo (masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (teknisi mesin) disemayamkan di Stasiun Gambir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas membawa dua peti jenazah rekan kerjanya yang tewas akibat kecelakaan KRL di Bintaro saat dibawa ke Stasiun Gambir, Jakarta, (10/12). Tiga jenazah yakni Darman Prasetyo (masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (teknisi mesin) disemayamkan di Stasiun Gambir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Cita-cita Sofyan Hadi, 20 tahun, menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia terwujud. Tetapi status sebagai pegawai itu dia sandang hanya sehari, terhitung mulai 9 Desember hingga 10 Desember 2013. Cita-citanya itu terwujud setelah nyawanya tak lagi dikandung badan.

    Sofyan bekerja sebagai petugas pelayanan kereta rel listrik (KRL) dan berstatus pegawai honorer PT KAI. Dalam kecelakaan nahas antara KRL dan truk tangki Premium milik PT Pertamina di Bintaro, Senin, 9 Desember 2013, Sofyan meninggal dunia bersama dua rekannya dan empat penumpang.

    Kepada ketiga pegawainya yang turut menjadi korban itu, PT KAI memberikan kenaikan pangkat sebanyak dua tingkat. "Supaya uang pensiun ataupun pesangon yang diterima keluarganya bisa lebih besar," ujar Direktur PT KAI Ignasius Jonan dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa, 10 Desember 2013.

    Khusus almarhum Sofyan Hadi yang masih berstatus pegawai honorer, statusnya dinaikkan menjadi pegawai tetap selama sehari. Dengan begitu, Sofyan bisa mendapatkan hak sebagai pegawai tetap PT KAI. "Kami ingin memberikan penghargaan semaksimal yang kami bisa kepada rekan-rekan yang kami cintai ini," ujar Jonan yang tampak beberapa kali menitikkan air mata selama prosesi penghormatan itu.

    Selain menaikkan pangkat, PT KAI juga membuka kesempatan kerja kepada keluarga ketiga pegawai yang meninggal itu. "Jika istri, adik, atau kakaknya ingin bekerja di KAI, kami akan menerima dengan tangan terbuka tanpa jalur tes," kata dia.

    Jenazah masinis Darman Prasetyo, asisten masinis Agus Suroto, dan petugas pelayanan KRL Sofyan Hadi sempat disemayamkan di Stasiun Gambir untuk disalatkan dan diberi penghormatan terakhir sebelum dibawa pulang ke rumah duka. Jasad ketiganya tiba dalam peti jenazah yang diselimuti bendera merah putih.

    Sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah almarhum Sofyan Hadi dibawa pulang dengan mobil jenazah putih ke kediamannya di Bekasi. Adapun jasad masinis Darman dibawa dengan menggunakan KA Argo Lawu menuju rumahnya di Tegal pada pukul 20.20 WIB. Sementara itu almarhum asisten masinis Agus Suroso dibawa dengan menggunakan KA Sembrani pemberangkatan pukul 19.20 WIB menuju kampung halamannya di Blora. Simak perkembangan kecelakaan kereta api di Bintaro di sini.

    ANGGRITA DESYANI


    Lihat juga:

    INFOGRAFIS Kronologi Tragedi Bintaro
    FOTO Sopir Truk Tragedi Bintaro Dirawat di RSPP
    FOTO Bentuk Truk Tangki Usai Tertabrak KRL di Bintaro
    Firasat Ibu Korban Tabrakan Kereta Bintaro


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.