Kamis, 15 November 2018

Petugas KA Bintaro Korbankan Nyawa Demi Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa dua peti jenazah rekan kerjanya yang tewas akibat kecelakaan KRL di Bintaro saat dibawa ke Stasiun Gambir, Jakarta, (10/12). Tiga jenazah yakni Darman Prasetyo (masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (teknisi mesin) disemayamkan di Stasiun Gambir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas membawa dua peti jenazah rekan kerjanya yang tewas akibat kecelakaan KRL di Bintaro saat dibawa ke Stasiun Gambir, Jakarta, (10/12). Tiga jenazah yakni Darman Prasetyo (masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (teknisi mesin) disemayamkan di Stasiun Gambir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas kereta tragedi Bintaro 2 sempat memperingatkan penumpang sesaat sebelum kereta menabrak truk pengangkut bahan bakar minyak di perlintasan Jalan Bintaro Permai, Senin siang lalu. "Seorang ibu bercerita bahwa ada petugas yang keluar dari kabin masinis sesaat sebelum kecelakaan," kata Direktur Utama PT Kereta Api Ignatius Jonan, Selasa malam, 10 Desember 2013. "Petugas itu memberi tahu penumpang supaya mundur ke gerbong belakang karena kereta akan bertabrakan dengan truk tangki."

    Tetapi, Jonan melanjutkan, bukannya ikut lari ke arah belakang untuk menyelamatkan diri, petugas itu malah masuk kembali ke kabin masinis. Diduga petugas itu adalah almarhum Sofyan Hadi, petugas pelayanan kereta. Dia membantu dua rekannya, masinis Darman Prasetyo dan asisten masinis Agus Suroto, untuk menghentikan kereta. Sayang, upaya mereka gagal dan kereta menumbur truk pengangkut 24 ribu liter bensin yang berhenti di atas rel. Sofyan dan kawan-kawan meninggal bersama empat penumpang, sementara puluhan lainnya luka-luka.

    Tindakan Sofyan cs, Jonan melanjutkan, menunjukkan tanggung jawab yang sangat besar terhadap tugas. "Jarang sekali ada orang dengan hati sebesar dan semulia itu," ujarnya.

    Cerita tersebut Jonan petik dari keterangan korban yang dia temui di rumah sakit. Kemarin pagi, dia mendampingi Wakil Presiden Boediono, Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menjenguk korban. "Penumpang lain juga memberi kesaksian yang sama," kata Jonan.

    Tadi malam, Jonan beserta puluhan karyawan PT Kereta Api memberikan penghormatan terakhir pada Sofyan dan kawan-kawan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. "Tidak pernah sekali pun saya terbayang akan kehilangan rekan bukan karena kelalaian kami sendiri dalam mengoperasikan kereta," ujar Jonan dengan suara tertahan dan air mata berurai.

    Dalam upacara tersebut, Jonan menaikkan pangkat almarhum Darman dan Agus dua tingkat. Sementara Sofyan Hadi yang masih berstatus pegawai honorer diangkat menjadi pegawai tetap. "Supaya pesangon atau uang pensiun yang diterima keluarganya bisa lebih besar," ujar dia.

    Pujian bagi Sofyan dan kawan-kawan juga disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Simak perkembangan kecelakaan kereta api Bintaro di sini.

    ANGGRITA DESYANI

    Terkait:
    INFOGRAFIS Kronologi Tragedi Bintaro
    FOTO Sopir Truk Tragedi Bintaro Dirawat di RSPP
    FOTO Bentuk Truk Tangki Usai Tertabrak KRL di Bintaro
    Mengapa Masinis Kereta Bintaro Tak Mengerem?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.