Teknisi Beri Isyarat Kereta Akan Menabrak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berjalan di dekat lokasi kecelakaan antara kereta dengan truk tangki BBM di lintasan KRL Ulujami, Bintaro, Jakarta (9/12).   REUTERS/Beawiharta

    Anak-anak berjalan di dekat lokasi kecelakaan antara kereta dengan truk tangki BBM di lintasan KRL Ulujami, Bintaro, Jakarta (9/12). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi korban kecelakaan kereta rel listrik 1311 di perlintasan Bintaro, Jakarta Selatan, mengatakan beberapa detik sebelum tabrakan, teknisi kereta sempat memperingatkan para penumpang di gerbong pertama. “Dia keluar dari ruang masinis dan bilang kereta mau menabrak. Tidak berselang lama, tabrakan terjadi,” kata July, 54 tahun.

    Ditemui di Rumah Sakit Suyoto, Jakarta Selatan, July menuturkan peringatan disampaikan oleh teknisi yang kemudian diketahui bernama Sofyan Hadi di belokan menjelang depan pintu perlintasan Bintaro. Setelah menyampaikan hal itu, Sofyan, yang turut menjadi korban tewas, kembali ke ruang masinis tanpa menutup pintu.

    “Dari balik pintu saya melihat jelas sekali ada mobil tangki warna merah-putih di tengah rel,” katanya. Begitu kecelakaan terjadi, seluruh penumpang di gerbong pertama terjungkal saling bertindihan. Suasana makin kacau ketika api membesar. Saking panasnya suhu udara, telapak kaki kanan July melepuh saat menginjak dinding kereta.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghargai sikap petugas kereta yang berani berkorban dalam tugas. "Ini bukti bahwa di Republik ini masih ada yang berdedikasi tinggi menunaikan tugas," katanya.

    Dalam konferensi pers, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan mengumumkan pengangkatan Sofyan, 20 tahun, dari pegawai honorer bagian pelayanan kereta menjadi pegawai tetap. Manajemen PT KAI juga memberikan kenaikan pangkat dua tingkat kepada masinis Darman Prasetyo dan asisten masinis Agus Suroto, yang juga tewas dalam tabrakan Senin pagi lalu tersebut.

    "Supaya uang pensiun atau pesangon yang diterima keluarganya bisa lebih besar," ujar Jonan.

    Selain merenggut nyawa tiga petugas, tabrakan antara KRL dan truk tangki yang membawa bahan bakar minyak di perlintasan Bintaro itu menewaskan empat penumpang. Mereka adalah Rosa Elizabeth, 73 tahun, Betty Iriani (56), Al Risha Maghfira (16), dan Natalia (23). Natalia merupakan korban terakhir. Ia meninggal kemarin pagi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

    MUHAMMAD KURNIANTO | ISMI DAMAYANTI | INDRA WIJAYA | ANGGRITA DESYANI| EFRI RITONGA

    Berita Terpopuler :
    Menangis, Dirut Pertamina Besuk Korban Kereta
    Jalur Layang Kereta Dibangun 2014
    Pertamina Serahkan Penyelidikan ke Polisi
    Pertamina Tunggu Hasil Investigasi KNKT
    Bandara Adi Soemarmo Masih Rugi Rp 20 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.