DKI Akan Bangun Terowongan di 15 Perlintasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaran Forklift  dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang terjepit Mobil box setelah mengalami kecelakaan dengan kereta api di sebuah perlintasan di Poris Plawad, Tangerang (04/10). Mobil box menimpa pengendara sepeda motor serta warung dan menyebabkan dua orang tewas serta satu orang kritis. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Kendaran Forklift dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang terjepit Mobil box setelah mengalami kecelakaan dengan kereta api di sebuah perlintasan di Poris Plawad, Tangerang (04/10). Mobil box menimpa pengendara sepeda motor serta warung dan menyebabkan dua orang tewas serta satu orang kritis. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan, mengatakan jalan layang ataupun terowongan akan dibangun di 15 perlintasan, termasuk terowongan di Jalan Guntur-Cik Di Tiro senilai Rp 7,5 miliar, Jalan Kartini Rp 10 miliar, Jalan Halimun-Madiun Rp 5 miliar, Jalan Industri Rp 5 miliar, Jalan Garuda Rp 5 miliar, Jalan Cendrawasih Rp 10 miliar, serta di Jalan Permata Hijau Rp 5 miliar.

    Menurut dia, proyek jalur kereta layang hanya akan dibangun dengan rute melingkar di dalam Jakarta. Rute berbentuk lingkaran itu akan melewati Stasiun Manggarai-Sudirman-Karet-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Rajawali-Kemayoran-Pasar Senen-Gang Sentiong-Kramat-Pondok Jati-Jatinegara, lalu kembali ke Manggarai.

    "Padahal ada juga rute menuju luar Jakarta yang memiliki perlintasan sebidang, misalnya menuju Bintaro, Depok, Tangerang, dan Bekasi," ujar Manggas ketika dihubungi pada Selasa, 10 Desember 2013. (Baca juga: Tragedi Bintaro I dan II Terjadi Hari Senin)

    Total, ada 15 perlintasan kereta resmi yang sebidang dengan jalan raya. Tujuh di antaranya menuju Serpong, dua menuju Bekasi, dua menuju Tangerang, dan empat menuju Depok. "Kami prioritaskan yang bersinggungan dengan jalanan yang padat dan frekuensi keretanya sering," ujar Manggas.

    Namun dia tak bisa memastikan jumlah flyover dan underpass yang bisa mulai dibangun pada 2014. Soalnya, proyek itu sangat bergantung pada persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). "Satu underpass dan flyover kira-kira membutuhkan dana Rp 150 miliar, nanti dilihat anggarannya cukup untuk membangun berapa buah," kata dia. (Baca juga: Tragedi Bintaro, Sopir Truk Terancam 12 Tahun Bui)

    Menurut data Kementerian Perhubungan, lebih dari 4.000 lintasan kereta api di Jawa dan Sumatera rawan kecelakaan. Perlintasan tersebut ada yang berupa perlintasan tidak resmi dan ada perlintasan resmi tapi tidak dijaga. Kementerian Perhubungan mencatat ada lebih dari 600 perlintasan kereta api tidak resmi di Jawa dan Sumatera. "Di Jawa ada 410 dan di Sumatera ada 208 perlintasan," kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, Selasa, 10 Desember 2013.

    Sementara itu, tercatat ada 3.892 perlintasan resmi di Jawa dan 701 perlintasan resmi di Sumatera. Sebanyak 2.932 perlintasan resmi di Jawa tidak dijaga. Adapun mayoritas perlintasan sebidang KA di Sumatera pun tidak dijaga, yaitu sebanyak 496 perlintasan. (Baca juga: Trauma Tragedi Bintaro, Gerbong Depan Kereta Sepi)

    Menurut Hermanto, kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api terjadi karena pengendara kendaraan bermotor melanggar rambu. "Bukan merupakan kecelakaan kereta api," ucapnya. Kementerian Perhubungan mencatat ada 13 orang yang menjadi korban kecelakaan kereta di perlintasan sebidang pada Januari-Juni 2013. Lima di antaranya meninggal dan delapan orang mengalami luka berat.

    ANGGRITA DESYANI | MARIA YUNIAR

    Berita Terpopuler :
    Mahasiswi Korban Bintaro Akhirnya Meninggal
    Jokowi Naik Kereta Diesel, Warga Ulujami Histeris 
    Tragedi Bintaro II, Natalia Gadis Periang
    Jonan Berkukuh KAI Tak Wajib Bangun Palang Pintu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.