Posisi Gerbong Khusus Perempuan Kereta Dievaluasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang perempuan duduk digerbong KRL khusus wanita di Stasiun Bogor, Jabar, (1/10).  ANTARA/Jafkhairi

    Sejumlah penumpang perempuan duduk digerbong KRL khusus wanita di Stasiun Bogor, Jabar, (1/10). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia akan mengevaluasi keberadaan gerbong wanita yang ada di rangkaian paling depan. Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek, Tri Handoyo, mengatakan sebetulnya dalam kecelakaan di Bintaro itu bukan kereta yang salah.

    Pihaknya, kata Tri, sudah punya mekanisme dan aturan supaya perjalanan kereta berjalan dengan aman. “Tapi kami akan mengevaluasi letak kereta khusus perempuan, di mana yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya saat ditemui pada Selasa lalu.

    Dalam setiap rangkaian kereta Commuter Line terdapat dua gerbong khusus wanita yang ada di bagian paling depan dan belakang. Gerbong ini menjadi favorit banyak perempuan, terutama di jam-jam sibuk. Namun para penumpang perempuan banyak yang lebih memilih berada di gerbong bagian depan karena dianggap lebih dekat dengan pintu keluar stasiun saat turun.

    Devi Rahmawati, seorang penumpang,mengatakan setelah kejadian kecelakaan kereta api di Bintaro diakuinya ada trauma saat hendak duduk di gerbong khusus perempuan. "Iya, secara emosional saya pribadi memang sempat prihatin dan khawatir bila harus menggunakan gerbong terdepan," katanya.

    Selain mengevaluasi posisi gerbong perempuan, PT KAI  berencana memasang stiker bergambar petunjuk keselamatan dan evakuasi dalam keadaan darurat. Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan stiker itu akan ditempel pada jendela-jendela kereta. "Karena kalau di kereta tidak mungkin diperagakan," katanya di Gambir, Selasa lalu.

    ANGGRITA DESYANI| M. ANDI PERDANA ILHAM TIRTA

    Lihat berita

    Polisi Dalami 2 Sebab Truk Berhenti di Rel Bintaro
    Jenazah Masinis Kecelakaan Bintaro Dimakamkan
    Korban Bintaro Tulis Status Facebook di Kereta
    Tragedi Bintaro, Polda Ungkap Pemeriksaan Hari Ini 
    Jokowi : DKI Terlambat Bangun Terowongan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.