Warga Taman Burung Direlokasi ke Rusun Pinus Elok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Ria Rio beristirahat di dalam unit rusun yang mulai di tempati di Rusunawa Pinus Elok, Cakung, Jakarta (30/09). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga Ria Rio beristirahat di dalam unit rusun yang mulai di tempati di Rusunawa Pinus Elok, Cakung, Jakarta (30/09). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Camat Penjaringan, Rusdiyanto, menyebutkan bahwa warga Taman Burung yang digusur hari ini akan direlokasi ke Rusun Pinus Elok. Menurut dia, sudah ada 39 kepala keluarga yang mendapat kunci di rusun itu.

    "Nanti kami bantu relokasi ke rusun," kata Rusdi saat ditemui di lokasi Taman Burung, Kamis, 12 Desember 2013. Dia pun menyatakan, pendaftaran untuk pindah ke rusun masih dibuka. "Silakan warga mendaftar," kata dia.

    Menurut Rusdi, pemerintah hanya akan memberikan bantuan relokasi bagi warga yang digusur. "Karena tanah itu milik negara," kata dia. Warga tidak akan mendapat kompensasi berupa uang ganti rugi karena status tanah sebagai tanah negara.

    Sementara itu, menurut salah satu warga, Rudi, 35 tahun, pada dasarnya warga bersedia direlokasi asalkan tempatnya jelas. "Warga di sini ada sekitar 400 KK," kata dia. Sedangkan sepengetahuan mereka, unit di rusun tersebut hanya 150-an unit. Ditambah lagi sudah diisi juga oleh warga dari penggusuran Waduk Ria Rio. "Kepastiannya belum ada," katanya.

    Terkait hal tersebut, menurut Rusdi, pihaknya akan mengupayakan kepada Dinas Perumahan untuk bisa menyediakan tempat tinggal bagi warga. "Nanti kami dorong," kata dia.

    Pada penggusuran hari ini, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, menyebutkan ada 150 bangunan yang ditertibkan. "Ini tahap ketiga dari penertiban," kata dia. Kali ini, Satpol PP menurunkan 1.000 personel untuk merapikan bangunan. "Kami juga turunkan delapan truk untuk bantu warga pindahan," ujar dia.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Terpopuler
    Samad: Siapa Atut sehingga KPK Harus Takut?
    Panitia Pelonco Maut ITN Diskors Kampus
    Ketua KPK: Kasus Korupsi di Banten Sangat Banyak
    Jepang Hibah Rp 70 T buat Kereta Supercepat di RI  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.