Jadi Model Iklan, Jokowi: Saya Ganteng Enggak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Joko Widodo mencoba mengemudikan truk sampah saat peresmian peremajaan kendaraaan angkutan sampah yang digelar Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (11/12). Sebanyak 92 unit kendaraan angkutan sampah yang diperuntukkan di seluruh wilayah di Jakarta tersebut dilakukan untuk mewujudkan Jakarta bersih dan ramah lingkungan di tahun 2014 mendatang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Joko Widodo mencoba mengemudikan truk sampah saat peresmian peremajaan kendaraaan angkutan sampah yang digelar Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (11/12). Sebanyak 92 unit kendaraan angkutan sampah yang diperuntukkan di seluruh wilayah di Jakarta tersebut dilakukan untuk mewujudkan Jakarta bersih dan ramah lingkungan di tahun 2014 mendatang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tak tahu bahwa dirinya dijadikan model dalam iklan layanan masyarakat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kearsipan. "Saya juga baru tahu tadi pagi," kata Jokowi di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2013.

    Meski begitu, Jokowi sempat berseloroh kepada para pewarta yang mewawancarainya. Sebelum selesai wawancara dan meninggalkan Halim dengan mobilnya, Jokowi bertanya mengenai stasiun televisi mana saja yang menayangkan iklan tersebut.

    "Banyak, Pak," ujar wartawan. "Gimana? Saya ganteng enggak?" tanya Jokowi. Pertanyaan ini disambut tawa wartawan dan Jokowi yang kemudian langsung meninggalkan lokasi.

    Adapun iklan layanan masyarakat yang tayang di televisi itu mengkampanyekan pentingnya arsip. Pada awal iklan, terdapat tayangan warga yang kesulitan mencari dokumen penting saat banjir dan kebakaran. Jokowi kemudian tampil pada bagian akhir iklan. Sebelumnya, Jokowi diketahui tak ingin tampil dalam iklan maupun baliho.

    PRIHANDOKO

    Berita Terpopuler:
    Samad: Siapa Atut, sehingga KPK Harus Takut?
    Ketua KPK: Kasus Korupsi di Banten Sangat Banyak
    Kontroversi Paus Fransiskus 
    Dikuntit Media, Jokowi: Asal Tidak Ikut Saya Mandi 
    Jokowi Setuju Bahasa Inggris di Tingkat SD Dihapus  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.