Trauma, Pelapor Sitok Gagal Selesaikan Pemeriksaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sitok Srengenge. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sitok Srengenge. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum RW, Iwan Pangka, mengatakan pemeriksaan kliennya yang berlangsung hari ini, Kamis, 12 Desember 2013, terpaksa dibatalkan. Penyebabnya, menurut Iwan, RW masih belum dapat mengatasi trauma psikis yang dialaminya. RW dijadwalkan diperiksa penyidik Subdirektorat Remaja, Anak, dan Wanita pada hari ini guna melengkapi laporannya atas penyair Sitok Srengenge.

    "Tadi dia menangis, tak sanggup melanjutkan," kata Iwan saat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis, 12 Desember 2013.

    Iwan menuturkan, RW belum sempat ditanyai penyidik mengenai laporannya pada 29 November 2013. RW hanya sanggup menyelesaikan hingga bagian identitas tanpa sempat menjawab semua pertanyaan penyidik dalam penyusunan berita acara pemeriksaan sebagai saksi korban. "Baru tiga pertanyaan," kata dia.

    Penyidik menjadwalkan kembali pemeriksaan dengan materi yang sama pada Selasa pekan depan, 17 Desember 2013. Pada pemeriksaan berikutnya, pihak RW berencana menyerahkan barang bukti guna mendukung laporannya atas Sitok Srengenge. Meski enggan menjelaskan ihwal barang bukti yang diajukan, kata Iwan, kliennya tetap akan melanjutkan kasus hingga Sitok menjalani hukuman atas perbuatannya. "Pelaku harus terjerat hukum," ujar dia.

    Pada 29 November 2013, RW melaporkan pelecehan seksual oleh penyair Sitok Srengenge. Dalam laporannya, RW menyebut penyair, penulis novel, dan pemain teater yang sudah beristri itu tak bertanggung jawab atas kehamilannya yang menginjak tujuh bulan. Kronologi lengkap kasus bisa dibaca di sini. Atas laporan RW, Sitok dijerat Pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

    Dalam klarifikasinya, Sitok sendiri mengaku mengenal RW dan pernah berhubungan intim dengannya. "Tapi tidak benar saya berniat membiarkan, apalagi lari dari tanggung jawab," kata dia.

    LINDA HAIRANI

    Berita Lainnya:
    Samad: Siapa Atut, sehingga KPK Harus Takut?
    Ketua KPK: Kasus Korupsi di Banten Sangat Banyak
    Kontroversi Paus Fransiskus 
    Dikuntit Media, Jokowi: Asal Tidak Ikut Saya Mandi 
    Aturan SNMPTN 2014 Berubah 
    Badan Intelijen Amerika, NSA, Rekrut Remaja  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.