Benarkah Tragedi Bintaro Akibat Medan Magnet?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perbaikan rel yang rusak di Pintu Perlintasan Kereta api Bintaro, Jakarta, Rabu (11/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pekerja menyelesaikan perbaikan rel yang rusak di Pintu Perlintasan Kereta api Bintaro, Jakarta, Rabu (11/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi terus menyelidiki penyebab Tragedi Bintaro II. Muncul kabar bahwa tabrakan antara kereta komuter dan truk pengangkut 24 ribu liter bensin yang menewaskan tujuh orang itu akibat medan magnet.

    Medan magnet adalah area maya yang terbentuk akibat gerakan muatan listrik, biasa terjadi dalam kabel atau peralatan elektronik. Satuannya disebut Tesla (T).

    Manajer Keamanan Senior PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I Ahmad Sujadi membenarkan keberadaan medan magnet di sekitar rel kereta sebagai dampak aliran listrik. "Aliran listrik itu mulai dari kabel atas, disalurkan ke kereta yang kontak dengan rel," katanya kepada Tempo, Rabu, 11 Desember 2013.

    Namun, Sujadi melanjutkan, medan magnet rel kereta tergolong kecil dan tidak ada pengaruhnya ke kendaraan. "Saya tidak tahu angka pastinya, tapi yang jelas sangat kecil dan tidak ada pengaruhnya ke kendaraan, apalagi sampai bikin mati," ujarnya. Dia hakulyakin kendaraan yang mogok di rel karena pengemudi yang gugup saat mendengar raungan sirene, lalu kehilangan keseimbangan antara gas dan kopling sehingga mesin mati.

    Harsono Hadi, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengatakan medan magnet di rel kereta tidak berbahaya. "Secara ilmiah, tidak terbukti pengaruh medan magnet yang bisa membuat kendaraan mogok di lintasan kereta," kata pakar rekayasa energi dan tenaga listrik ini.

    Segendang sepenarian, Perdamean Sebayang, fisikawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, meyakini Tragedi Bintaro II tidak berkaitan dengan medan magnet. "Sopirnya saja yang panik," katanya.

    Harsono mengatakan insiden serupa bisa dicegah dengan membangun jalur layang kereta atau jalan bawah tanah pada perlintasan sebidang. "Ini lebih pada pengaturan lalu lintas," katanya. "Bukan soal medan magnet." (Baca: Tips Berkendara Lewat Rel)

    GABRIEL TITIYOGA

    Berita terkait:
    Kereta Komuter Celaka, Jangan Cari Palu

    Kabareskrim Suhardi Alius Datangi KPK

    Posisi Gerbong Khusus Perempuan Kereta Dievaluasi

    Keluarga Sopir Truk Tragedi Bintaro Cemas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.