Jokowi Nasihati Pengendara: Jangan Sradak-sruduk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyapa  gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga menyapa gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggunakan akhir pekan ini untuk berolahraga. Pria yang disapa Jokowi itu bersepeda dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, ke Bundaran Hotel Indonesia.

    Ahad, 15 Desember 2013, sekitar pukul 07.30 WIB, Jokowi keluar dari rumah dinasnya didampingi tiga ajudannya. Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu mengenakan baju olahraga berwarna hijau, serta helm. Dia menaiki sepeda warna hijau. Sepanjang perjalanan menuju Bundaran HI, keberadaan Jokowi menyedot perhatian masyarakat yang sedang berolahraga. Jokowi pun menghentikan kayuh sepedanya di depan pos polisi. Di sana, tengah berlangsung acara hiburan yang diadakan Polda Metro Jaya.

    Tiba-tiba, Jokowi disodori mikrofon oleh seorang polisi wanita untuk mengimbau masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas. "Sudah disediakan tempat parkir, ya, parkir di tempatnya," ujarnya. "Jangan sembarangan, jangan parkir di pinggir jalan."

    Jokowi juga menyarankan masyarakat untuk tidak menyeberang sembarangan. Selain itu, dia meminta warga menaati rambu lalu lintas. "Kalau merah berhenti, kalau hijau jalan. Jangan malah main sradak-sruduk," ujar Jokowi yang disambut gelak tawa warga.

    Lantaran ramainya warga di sekitar Bundaran HI, Jokowi kesulitan untuk melajukan sepedanya. Sebab, masyarakat ingin memotret dan berjabat tangan dengan orang nomor satu di Jakarta itu. Akhirnya, Jokowi bisa keluar juga dari kerumunan dan melanjutkan perjalanan ke rumah dinas setelah mendapat bantuan dari beberapa polisi yang membuka jalan untuknya.

    SINGGIH SOARES



    Berita Lainnya:
    Ngisengin Penipu di Telepon Disebut Anak TK  
    Benarkah Komputer Akan Segera Mati?  
    Soal Pelonco ITN, Mahasiswa Baru Diancam Bersaksi
    Jokowi Produk Terbaik PDIP
    Tips Haru Ketika Penelepon Tawarkan Hadiah
    Ngisengin, Penipu Ancam Blokir ATM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.