Keluarga Korban Porsche Belum Pikirkan Jalur Hukum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Porsche penabrak sepeda onthel di Jalan Sudirman, Jakarta. (Dok. TMC Pola Metro Jaya)

    Porsche penabrak sepeda onthel di Jalan Sudirman, Jakarta. (Dok. TMC Pola Metro Jaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Firdaus belum sempat memikirkan untuk menempuh jalur hukum terkait kasus tabrakan yang menimpa ayah tiga anak itu. Minggu pagi tadi, 15 Desember 2013, Firdaus ditabrak sebuah mobil mewah, Porsche.

    "Sementara pihak keluarga enggak sampai sejauh itu," kata kakak Firdaus, Iman, di ruang tunggu Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jakarta, Jakarta Selatan. "Kalau hari ini boleh pulang, ya enggak perlu nuntut hukum," ujar dia. 

    Yang terpenting, kata Iman, Steven Christian, 25 tahun, tidak lepas tanggung jawab dalam membiayai pengobatan Firdaus. "Dibiayai sampai tuntas," tutur pria 52 tahun itu. "Soalnya dia tulang punggung keluarga," tambahnya.

    Minggu pagi sekitar jam 6.30 WIB, Firdaus yang tengah mengendarai sepeda ditabrak mobil Porsche di depan gedung HSBC, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Akibatnya, Firdaus mengalami beberapa luka patah tulang.

    Iman menyatakan, kedua bahu Firdaus patah, begitu juga dengan kaki kanannya. Selain itu, mata bagian kanan atas luka, namun sudah diperban. "Tapi pas batuk, ingin ngeluarin reak keluar darah," ujar Iman.

    Berdasarkan pantauan Tempo, keluarga dan teman-teman Firdaus di komunitas Gowes Pekojan Tambora tengah berkumpul di ruang tunggu Unit Gawat Darurat. Adapun Firdaus masih dirawat di ruang ICU.

    SINGGIH SOARES

    Berita populer:
    Ahok Usulkan Hapus Subsidi BBM di Jakarta
    Begini Brutalnya Pelonco ITN Versi Warga Sitiarjo
    Saksi Pelonco Maut: Fikri Dibanting dan Ditendang
    Pengelola Gua Cina Sempat Tolak Perpeloncoan ITN


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?