Apa Penyebab Stres Nomor Tiga di Jakarta?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu, korban penggusuran duduk terdiam di atas puing-puing bangunan usai rumahnya di hancurkan dalam penertiban di Kawasan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta, (12/10). Penertiban tersebut meratakan 421 bangunan di atas lahan 9,5 hektare. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang ibu, korban penggusuran duduk terdiam di atas puing-puing bangunan usai rumahnya di hancurkan dalam penertiban di Kawasan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta, (12/10). Penertiban tersebut meratakan 421 bangunan di atas lahan 9,5 hektare. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog Aully Grashinta mengatakan korban penggusuran atau mereka yang terancam digusur sering merasakan dampak psikologi berupa stres bahkan depresi. Secara psikologis, penggusuran, kata pengajar di Universitas Pancasila ini, menjadi penyebab stres nomor tiga setelah kehilangan pasangan dan kehilangan anggota keluarga.

    "Korban penggusuran sering mengalami respons emosi berupa mimpi buruk, sulit tidur, kecemasan berlebihan, agresif, bahkan keinginan untuk bunuh diri," kata Aully yang jadi pembicara dalam diskusi bertema 'Membangun Jakarta Kota Manusiawi', di Jakarta Media Center, Kebon Sirih, pada Senin, 16 Desember 2013. Diskusi dihelat Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), sebuah LSM yang bergerak di bidang advokasi bagi warga miskin Jakarta.

    Rentannya gangguan psikologis pada korban penggusuran inilah yang membuat Aully menyarankan agar pemerintah mensosialisasikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detil Tata Ruang Wilayah. "Sehingga orang tahu apa yang akan dibangun di wilayah tersebut," kata dia.

    Lebih dari itu, dia meminta pemerintah menggunakan cara-cara manusiawi tanpa menggunakan kekerasan jika terpaksa melakukan penggusuran.

    Sebelumnya, pengamat tata kota, Nirwono Joga, mengungkapkan bahwa Perda tentang Rencana Detil Tata Ruang Jakarta tak mengatur tentang kampung kumuh di Jakarta. Dia menyimpulkan, itu artinya warga kampung kumuh mesti siap-siap digusur.

    Menanggapi itu, Sartik, 45 tahun, mengaku sering merasa gelisah jika melihat ada petugas melakukan pengukuran di sekitar kediamannya. Warga yang tinggal di bantaran kali RT 015/02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, ini khawatir digusur. "Sering stres kalau ada orang ngukur-ngukur tanah, tapi kalau ditanya, katanya enggak ada apa-apa," kata dia.

    AMIRULLAH

    Terpopuler
    Elektabilitas Merosot, Demokrat Salahkan Televisi

    Ditangkap KPK, Kajari Praya Langsung Diberi Sanksi

    Sogok Jaksa Praya, Perusahaan Eks Anggota MPR Terseret

    Majelis Disiplin Dokter Nilai Dokter Ayu Bersalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.