Dokter Sempat Sedot Darah Korban Porsche  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Porsche penabrak sepeda onthel di Jalan Sudirman, Jakarta. (Dok. TMC Pola Metro Jaya)

    Porsche penabrak sepeda onthel di Jalan Sudirman, Jakarta. (Dok. TMC Pola Metro Jaya)

    TEMPO.COJakarta - Kondisi Firdaus, 47 tahun, warga Jalan Pekalongan Tambora, Jakarta Barat, yang menjadi korban Porsche hitam di Jalan Sudirman, Minggu pagi, 15 Desember 2013, belum juga stabil. Dokter sudah berupaya dengan segenap cara, tapi kondisinya masih naik turun.

    Kakak Firdaus, Iman menuturkan, adiknya itu meski sudah sadar masih sering pingsan. Keluarganya tak henti menunggui Firdaus di Rumah Sakit Jakarta, Semanggi, Jakarta Selatan. Lukanya pun cukup parah.

    Menurut Iman, adiknya itu mengalami patah tulang pada kaki bagian kanan, bahu kanan, luka bagian atas alis, dan kemungkinan tulang belakang retak. Bahkan, dokter sempat menyedot darah dalam dada Firdaus. "Kondisinya naik turun," kata Iman kepada Tempo, Ahad, 15 Desember 2013.

    Saat ini, keluarga Firdaus masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Operasi juga belum bisa dilakukan karena dokter, kata Iman, masih memeriksa syaraf, mata, dan tubuh bagian dalam. "Waktu naik sepeda dia tidak pakai helm, hanya pakai topi," ujar Iman.

    Seperti diketahui, Firdaus ditabrak Porsche hitam Ahad pagi. Saat itu, Firdaus bersama anggota Komunitas Gowes Pekojan Tambora bersama seorang temannya sedang bersepeda menuju Senayan.

    Saat melintas di dekat Menara Mayapada, dekat Halte Transjakarta Karet, di Jalan Jenderal Sudirman, tiba-tiba Porsche hitam bernomor polisi B 27 KYO yang dikendarai Steven Christian, 25 tahun, menubruk sepeda yang dikendarai Firdaus dari belakang. Porsche itu melaju di jalur cepat jalan tersebut. Menurut keterangan polisi, sebelum menabrak, Steven hendak mendahului Firdaus.

    PRAGA UTAMA

    Berita terkait
    Polisi Pastikan Pengemudi Porsche Tidak Punya SIM 
    Pengemudi Porsche Nahas Masih Diperiksa 
    Porsche Tabrak Sepeda Onthel di Jalan Sudirman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.