Penodong di Monas Bisa Dapat Rp 1 Juta Semalam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membawa kereta mainan saat menertibkan Pedagang Kaki Lima di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membawa kereta mainan saat menertibkan Pedagang Kaki Lima di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiawan, tersangka pelaku penodongan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, mengaku menodong lantaran tidak mempunyai pekerjaan. Dia memilih pekerjaan itu setelah dibujuk rekannya, Irwan, yang ditembak mati polisi karena melawan saat akan ditangkap pada Rabu dinihari, 18 Desember 2013.

    "Biasanya mencari sasaran pengunjung yang sedang sendirian, kalau tidak pengunjung yang pacaran,” kata Setiawan di Markas Polres Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2013.

    Buat Setiawan 'penghasilan' dari pekerjaan menodong itu cukup menggiurkan. Setiawan mengungkapkan, dalam sehari dia dan kawanannya bisa meraup uang sebesar Rp 500 ribu.

    Bahkan, bisa lebih dari Rp 1 juta. "Uangnya buat makan, sama kalau ada sisanya buat foya-foya,” kata Setiawan.

    Petualangan Setiawan cs berhasil dihentikan setelah satu korbannya, Silvi, 17 tahun, mengadu ke anggota polisi yang sedang patroli pada Rabu malam. Dia melaporkan telah diancam dengan badik dan dirampas tas serta telepon genggamnya.

    Polisi langsung melakukan pencarian dan menemukan ketiga pelaku sedang membagi hasil rampasan di dekat air mancur Monas. Ketika hendak ditangkap, Irwan melakukan perlawanan. Untungnya, badik yang diayunkan Irwan tidak mengenai petugas. Petugas lalu melepaskan tembakan peringatan. Namun, Irwan semakin beringas. "Polisi langsung menembak ke arah dada korban," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan.

    Perlawanan yang berhasil dipatahkan itu membuat Setiawan dan seorang lagi yakni Yayang  langsung melarikan diri. Melihat kejadian itu, kata Tatan, petugas melepaskan tembakan peringatan tetapi tidak digubris oleh keduanya. "Akhirnya petugas melepaskan timah panas ke arah kaki kedua pelaku hingga ambruk dan menyerah," ujar Tatan.

    Dari para pelaku, Tatan mengatakan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti empat telepon genggam, uang tunai Rp 245 ribu, dan sebilah badik. Keduanya dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

    Baca: Kawasan Monas Zero Criminal, Mungkinkah?

    SINGGIH SOARES

    Terpopuler
    Ratu Atut Pernah Minta Rano Mundur 

    Pendekar Berbaju Hitam Datangi Rumah Atut

    Atut Tersangka, Keluarga Menangis dan Berkabung 

    Jadi Tersangka, Atut Dikabarkan Terus Menangis  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.