Pengamat UI Kritik Ahok Soal KTP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau tes uji kompetensi seleksi dan promosi jabatan lurah dan camat DKI di SMA 1, Jl. Budi Utomo, Jakarta, (27/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau tes uji kompetensi seleksi dan promosi jabatan lurah dan camat DKI di SMA 1, Jl. Budi Utomo, Jakarta, (27/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Depok - Pengamat dari Universitas Indonesia, Hanief Saha Ghafur, mengkritik wacana penghapusan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sosiolog yang juga Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Program Pascasarjana UI ini menanggapi pernyataan sebelumnya dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    "Kalau mau menghapus kolom agama di KTP, ya hapus dulu kementerian yang bersangkutan," kata Hanief, Rabu, 18 Desember 2013. Itu artinya, dia menambahkan, wacana penghapusan kolom agama akan berbuntut pada kinerja dan urgensi Kementerian Agama.

    Sebelumnya, Basuki atau yang akrab disapa Ahok berpendapat kolom agama di KTP tidak penting. Dia membandingkan dengan pemerintah Malaysia yang tidak mencantumkan agama selain Islam di identitas kependudukan.

    Menurut Hanief, Amerika saja masih menyertakan kolom agama pada identitas kenegaraan warganya. "Bahkan di United Kingdom (UK) saja ada agama Anglican yang merupakan agama kerajaan," kata Hanief.

    Selain itu, Hanief mengakui penghapusan tidak mudah dilakukan di Indonesia. Mengingat penghapusan harus dilakukan dari struktur teratas lebih dulu. Di Indonesia, kata dia, identitas keagamaan masih sangat diperlukan karena sistem administrasi di Indonesia menggunakan status tersebut.

    "Yang membuat itu ada kan karena sistem administrasi kenegaraan," kata dia. Kalau memang tidak diperlukan, maka sistem administrasinya juga tak usah ada. "Ya kemungkinan kementerian yang terkait akan dihapuskan juga," tambahnya.

    ILHAM TIRTA

    Terpopuler
    Ratu Atut Pernah Minta Rano Mundur 

    Pendekar Berbaju Hitam Datangi Rumah Atut

    Atut Tersangka, Keluarga Menangis dan Berkabung 

    Jadi Tersangka, Atut Dikabarkan Terus Menangis  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.