Kompolnas: Pelimpahan Kasus Sitok Masih Wajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sitok Srengenge. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sitok Srengenge. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional menganggap pelimpahan kasus perbuatan tidak menyenangkan dengan terlapor Sitok Srengenge adalah hal yang wajar. Jamak terjadi di lingkungan kepolisian.

    Hal ini diungkapkan anggota Kompolnas Syafriadi Cut Ali. Menurut dia, pelimpahan seperti itu jamak terjadi di lingkungan kepolisian. “Masih wajar dan memang memungkinkan pelimpahan seperti itu,” katanya saat dihubungi, Jumat, 20 Desember 2013.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh penyair Sitok Srengenge telah dilimpahkan ke Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penanganan kasus tersebut telah resmi dilimpahkan sejak Senin, 16 Desember. (Baca: Jumat Ini, Pelapor Sitok Diperiksa)

    Syafriadi mengatakan, pelimpahan seperti itu biasa dilakukan polisi saat sebuah unit kerja memiliki keterbatasan jumlah penyidik. Dalam kasus Sitok, pelimpahan dari Subdit PPA ke Subdit Keamanan Negara boleh dilakukan jika beban kerja penyidik terlalu tinggi.

    Menurut dia, penyidik yang bertugas di Subdit Keamanan Negara merupakan personel yang sudah berpengalaman dalam sistem kerja penyidikan. Karena itu, mereka juga dipastikan telah memiliki kemampuan penyidikan umum. “Jadi penyidik (Subdit) Keamanan Negara boleh-boleh saja menyidik perkara kriminal umum,” katanya.

    Namun, akan jadi masalah besar jika tugas Subdit Keamanan Negara dilimpahkan ke unit lain yang tergolong kriminal murni biasa. Soalnya, kasus yang ditangani Subdit Keamanan Negara adalah persoalan khusus sehingga membutuhkan penyidik yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari penyidik kriminal umum lainnya. “Kalau dari Subdit Keamanan Negara ke PPA, misalnya, itu akan menjadi masalah besar,” ujar dia.

    DIMAS SIREGAR

    Berita Terpopuler
    Lawan Ahok, Warga Taman Burung Dibeking Komnas HAM 
    Enggan Lawan Ahok, Ada Warga Pilih Dana Kerahiman
    Ahok: Selesaikan Jakarta Butuh 10 Tahun 
    Gowes Jokowi, dari Rumah Dinas Berakhir di Kedai Kopi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.