Jokowi Uji Coba Sistem Rujukan Online Rumah Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta sedang menerapkan uji coba sistem rujukan online untuk pasien rumah sakit dan puskesmas. Uji coba ini dilakukan di enam puskesmas dan satu rumah sakit umum daerah selama sebulan.

    "Sistem ini diterapkan untuk mengurangi penumpukan pasien dan memudahkan sistem rujukan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati pada Jumat, 20 Desember 2013. Jika uji coba berhasil, seluruh layanan kesehatan akan menerapkan sistem online pada 2014 mendatang.

    Saat ini uji coba dilakukan di Puskesmas Tanah Abang, Puskesmas Gambir, Puskesmas Tambora, Puskesmas Sawah Besar, Puskesmas Taman Sari, Puskesmas Kelurahan Petamburan, dan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

    Dien menjelaskan teknisnya. Pertama, pasien harus datang ke puskemas untuk dicek. Jika memang harus dirujuk, puskesmas akan memasukkan data pasien ke rumah sakit rujukan, saat ini baru bisa RSUD Tarakan.

    Kemudian rumah sakit rujukan akan memberi tahu informasi tentang ketersedian dokter yang berkaitan dengan pasien dirujuk. Sistem ini sekaligus mendaftarkan si pasien ke daftar antrean dokter yang bersangkutan.

    "Jadi jelas kapan harus datang, sehingga pasien tidak perlu mengurus pendaftaran secara manual yang kadang mengantre," ujar dia.

    Menurut Dien, penumpukan sering terjadi di rumah sakit karena ketidakpastian jadwal pemeriksaan pasien rujukan.

    Bahkan ada temuan pasien yang mengantre sejak pagi buta agar bisa diperiksa lebih awal. Dien mengatakan, penumpukan di rumah sakit paling kentara sekitar pukul 06.00 sampai 12.00 WIB.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Daerah Jakarta, Theryoto, mengatakan saat ini sedang menyiapkan sistem agar semua rumah sakit dan puskesmas terhubung. Sistem tersebut beralamat di www.Jamkesdadki.net:18080/rujukanonline/.

    "Memang tujuannya untuk memudahkan pasien, jadi tidak menunggu lama," ujarnya ketika dihubungi. Menurut Theryoto, pada 2014 nanti, semua rumah sakit, termasuk swasta yang terikat Badan Penjamin Jaminan Sosial, akan menggunakan sistem ini.

    SYAILENDRA


    Topik Terhangat
    Atut Tersangka | Mita Diran | Petaka Bintaro | Sea Games | Pelonco ITN |

    Berita Terpopuler
    Jokowi Diminta Beri Tempat bagi Warga Pluit 
    Siswa Dibacok, SMAN 6 Kecolongan 
    Tragedi Bintaro, Supir Tangki Sedikit Bicara 
    Dua Pengamen Ini Mengaku Korban Salah Tangkap 
    Lagi, Empat Minimarket Dirampok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.