Polisi Depok Buru Perampok Dua Minimarket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perampokan. dailyexaminer.com.au

    ilustrasi perampokan. dailyexaminer.com.au

    TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota Depok memburu komplotan perampok dua minimarket di Sukmajaya yang terjadi pada Jumat malam dan Sabtu dinihari. "Anggota polisi sudah dikerahkan untuk memburu mereka," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Agus Salim, Sabtu, 21 Desember 2013. 

    Polisi juga meminta rekaman CCTV di dua mini market tersebut. Agus mengungkapkan, perampokan pertama terjadi di minimarket Alfamart, Jalan Boulevard, Kelurahan Tirtajaya, pukul 23.30 WIB.

    Pelaku yang berjumlah lima orang dan memakai topeng itu melumpuhkan para pegawai dan membawa kabur uang dalam brankas sebesar Rp 7 juta. Kemudian pelaku yang diduga masih sama kembali menyatroni minimarket Alfamidi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, pada Sabtu, 21 Desember, pukul 01.00 WIB.

    Di minimarket ini, pelaku menggondol uang dalam brankas senilai Rp 3 juta. Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku memiliki ciri-ciri menggunakan penutup wajah, berbadan sedang, mengenakan jaket hitam, menenteng benda mirip pistol, serta menggunakan motor.

    Agus mengatakan, beberap tim Reskrim dari kepolisian sektor dan polres telah disebarkan ke sejumlah titik yang disinyalir sebagai tempat persembunyian pelaku. "Saya tidak bisa bicara banyak dulu, nanti saja jika semua keterangan dan hasil rekaman CCTV didapat,” katanya.

    Karyawan Alfamart, Abdul Hadi, mengatakan perampokan itu terjadi ketika dia dan tiga rekannya sedang menutup toko. Tiba-tiba tiga pria bertubuh sedang menahan pintu yang hendak ditutup. Sebuah benda menyerupai pistol mengarah ke wajah mereka. "Siapa yang tidak takut diancam pakai senjata api. Karyawati yang ada semua menangis,” kata Hadi.

    Tiga pria yang menggunakan jaket kulit hitam itu kemudian memintanya menunjukkan brankas uang. Lantaran takut karena terus diancam, Hadi pun membawa salah satu pelaku ke bagian belakang tempat penyimpanan brankas.

    “Setelah saya buka brankasnya, perampoknya memasukkan uang ke dalam kantong plastik hitam," katanya. Uang Rp 7 juta hasil penjualan sejak pagi itu pun berpindah tangan. Menurut Hadi, di luar ada sekitar dua orang pria lagi yang menunggu aksi temannya itu. 

    Karyawan Alfamidi, Febriansyah, mengatakan modus yang digunakan lima pelaku hampir sama dengan kajadian di Alfamart, yakni menahan rolling door dan langsung menodongkan senjata api. Kawanan ini menguras isi brankas yang berisi uang sebesar Rp 3 juta. “Tiga orang masuk dan dua orang berjaga diluar. Hanya ditodong saja tidak ada yang dipikul," kata dia.

    ILHAM TIRTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.