3 Sistem Kereta di Bandara Soekarno-Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Bandara Kualanamu akan beroperasi 25 Juli 2013. TEMPO/Sahat Simatupang

    Kereta Api Bandara Kualanamu akan beroperasi 25 Juli 2013. TEMPO/Sahat Simatupang

    TEMPO.COTangerang - Pertumbuhan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, yang mencapai 19,2 persen, mendorong pemerintah menyediakan moda transportasi. Menurut Senior General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi, nantinya akan ada stasiun kereta di bandara internasional itu. "Peningkatan ini harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur penunjang," kata Bram, Ahad, 22 Desember 2013. "Seperti kereta."

    Rencananya, akan ada tiga sistem moda kereta yang bakal dibangun di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

    1. Airport ekspres, yaitu jasa pelayanan kereta bandara dari Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Jalur ini terletak di bawah tanah dan masuk ke area bandara, sejajar dengan jalan tol Soedyatmo.

    2. Kereta komuter Tangerang, berupa jasa pelayanan kereta yang terhubung dengan jalur KA komuter dari arah Tangerang dan masuk ke area bandara, sejajar dengan jalan M1.

    3. People Mover System (PMS). Sarana intermoda yang melayani perpindahan penumpang antarterminal. Nantinya, kereta PMS akan berjalan otomatis secara horizontal dalam jarak relatif singkat, antara 1,5 hingga 3,5 kilometer. Kereta PMS bakal terhubung dengan terminal 1, 2, dan 3.

    Pada saat ini, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia Pasifik. Berdasarkan data Airport Council International tahun 2012, Bandara Soekarno-Hatta menduduki peringkat ke-12 dengan jumlah pergerakan mencapai 52.446.618 penumpang.

    JONIANSYAH

    Terpopuler:
    Bersama Mega, Jokowi Pakai Voorijder
    Palapor Sitok Diperiksa di Lingkungan UI
    Jokowi Jajaki Kerja Sama Tiga Provinsi Soal Pangan
    Pembangunan New Tanjung Priok Dikebut 
    Polisi Depok Buru Perampok Dua Minimarket  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.