Pakai Bahu Tol, Ahok Diingatkan Jasa Marga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama akan memperbolehkan bus yang menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk melewati bahu jalan tol. Hal ini akan dilakukan setelah Bandara Halim resmi menjadi bandara untuk penerbangan komersil per Januari 2014 nanti.

    Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga, David Wijayatno, mengaku belum mengetahui rencana tersebut. "Sejauh ini belum ada (pembicaraan)," kata David kepada Tempo, Ahad, 22 Desember 2013.

    Menurut David, saat ini lebar bahu jalan tol dalam hanya sekitar 2 hingga 2,5 meter. "Jadi tidak akan cukup untuk dilintasi bus," ujarnya.

    David pun mengingatkan penggunaan bahu jalan tol dalam Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2005 tentang jalan tol. "Di situ sudah diatur penggunaan bahu jalan tol hanya untuk darurat," kata dia.

    Sebelumnya, Ahok menyatakan kalau bahu jalan sempit, nanti akan diperlebar (Baca: Halim Komersil, Ahok Bolehkan Bus Lewati Bahu Tol). Penggunaannya hanya untuk bus. Dia juga mengatakan telah menyampaikan tentang rencananya itu kepada PT Jasa Marga.

    "Ini juga untuk mengantisipasi kurangnya lahan parkir di Halim, jadi masyarakat menggunakan transportasi umum," kata Ahok, usai Dialog Interaktif Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2013.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler
    Tolak Mega-Jokowi, Kader PDIP Deklarasikan PROJO

    Di Bursa Capres PDIP: Ongkos Politik Jokowi Murah

    Penguasa Dinasti Atut Chosiyah Berikutnya

    Ponsel Tercerdas Tahun 2013 Adalah...

    Hari Kedua di Rutan, Atut Makan Tempe Bacem


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.