Kawasan Paling Rawan Kriminalitas di Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelayang membawa layangannya yang telah selesai diterbangkan pada gelaran Jakarta International Kite Festival XIX yang diselenggarakan di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (30/11). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pelayang membawa layangannya yang telah selesai diterbangkan pada gelaran Jakarta International Kite Festival XIX yang diselenggarakan di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (30/11). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski berada di kawasan pemerintahan dan bisnis ibu kota, namun Kawasan Taman Monumen Nasional atau Monas sering terjadi aksi penodongan, pemerasan, bahkan perkosaan. Terakhir, penodongan terjadi di sekitar air mancur pada Rabu pekan lalu.

    Silvi, 17 tahun, dihadang oleh Irwan, Yayang Indaniel, dan M. Setiawan. Mereka merampas tas dan telepon genggam Silvi. Polisi yang mendapat laporan berhasil membekuk Yayang dan Setiawan, sementara Irwan tewas ditembak karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

    Lokasi di sekitar air mancur dianggap paling rawan terjadinya aksi kriminalitas. Petugas Kebersihan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Atur Muhdi, mengatakan penodongan di kawasan air mancur paling sering terjadi di malam hari karena selalu sepi dan gelap.

    Selain itu, menurut Atur, tidak pernah dijaga selama 24 jam. Petugas keamanan hanya berjaga sampai pukul 12.00 malam. Atur mengatakan, sering melihat para pengunjung yang melapor telah ditodong ke pos polisi di Medan Merdeka Barat. "Di pos polisi banyak yang mengadu," katanya.

    Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jakarta Pusat, Jabungka Situmorang, mengatakan di sekitar kawasan air mancur memang tidak ada personel yang ditugaskan untuk berjaga setiap harinya. "Tapi para petugas selalu ada yang patroli pakai motor dan mobil," ujar Jabungka.

    Jabungka juga menyatakan, jajarannya berjaga di kawasan Monas dari pukul 6 pagi sampai 10 malam. Hanya saja, pengawasan lebih difokuskan di setiap pintu masuk. "Lewat pukul 22.00, hanya dua pintu masuk yang dijaga, di depan Istana Negara dan Gedung Indosat," kata Jabunka, Sabtu lalu.

    Jumlah personel Satpol PP yang melakukan pengawasan di Monas sekitar 30-60 anggota. Dengan jumlah terbatas, cukup sulit melakukan pengawasan intensif di Monas yang luas sekali. "Pengawasan kita tidak fokus," katanya.

    SINGGIH SOARES


    Berita Terpopuler
    Tolak Mega-Jokowi, Kader PDIP Deklarasikan PROJO
    Dua Hari Penahanan, Atut Nyapu dan Ngepel Lantai?
    Di Bursa Capres PDIP: Ongkos Politik Jokowi Murah
    Penguasa Dinasti Atut Chosiyah Berikutnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.