Natal, Setiap Gereja Dijaga 10 Satpol PP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Detasemen Gegana Brimob Polda Metro Jaya saat melakukan penyisiran untuk mengantisipasi ancaman teror di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang anggota Detasemen Gegana Brimob Polda Metro Jaya saat melakukan penyisiran untuk mengantisipasi ancaman teror di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta akan ikut membantu pengamanan perayaan Natal pada 24 dan 25 Desember 2013. Mereka bergabung dengan TNI dan Polda Metro Jaya dalam mengamankan hari raya umat kristiani itu.

    Kepala Satpol PP Kukuh Hadi Susanto mengatakan, akan ada 10 personel yang ditempatkan di setiap gereja. "Ada sekitar 250 gereja yang akan kami jaga, supaya bisa menunaikan ibadah dengan tenang," kata Kukuh di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 23 Desember 2013.

    Para anggota Satpol PP itu akan bekerja di bawah koordinasi polisi dan TNI. Kukuh berharap perayaan Natal yang jatuh pada Rabu itu bisa berjalan lancar dan aman.

    Pada malam pergantian tahun, Satpol PP juga akan menerjunkan 1.500 personel untuk mengamankan acara car free night di Bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota DKI Jakarta.

    Selama perayaan Natal tahun ini, menurut Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, sebanyak 5.800 polisi akan diterjunkan untuk mengamankan gereja. "Hari ini dan besok saya dan seluruh pejabat utama Polda Metro melakukan pengecekan Natal di seluruh jajaran Polda," kata Putut saat meninjau ke Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin, 23 Desember 2013. 

    Untuk pengamanan 1.680 gereja yang ada di Jakarta, Polda Metro menurunkan sebanyak 5.800 personel. Mereka akan ditempatkan di 102 pos pengamanan. "DKI ada 61 pos dan di luar 41 pos," kata Putut. (Baca: 144 ribu petugas gabungan amankan Natal dan tahun baru).

    ANGGRITA DESYANI | SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).