Rute Pengalihan Kendaraan Bandara Membingungkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati dan memoto papan pengumuman penutupan jalur M1 dan pengalihan arus lalu lintas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (23/12). PT Angkasa Pura akan menutup jalur M1 pada tanggal 26 Desember 2013 untuk pembangunan jalur kereta api  dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur parimeter. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Warga mengamati dan memoto papan pengumuman penutupan jalur M1 dan pengalihan arus lalu lintas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (23/12). PT Angkasa Pura akan menutup jalur M1 pada tanggal 26 Desember 2013 untuk pembangunan jalur kereta api dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur parimeter. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Pengguna jalan kebingungan saat mengikuti uji coba penutupan pintu M1 dan pengalihan arus lalu lintas dari arah Tangerang menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Senin, 23 Desember 2013.

    Pengendara menilai, Jalan Parameter Utara dan Jalan Paramater Selatan yang dibangun PT Angkasa Pura II sebagai jalur baru dan pengganti pintu M1 masih minim rambu lalu lintas. "Cukup repot memutar jalurnya, dan membingungkan karena belum ada rambu," kata Banu Adikara, pengendara yang menggunakan jalur alternatif tersebut.

    Hari ini, jalur yang memiliki panjang 6,5 kilometer dan lebar 6,5 meter itu resmi diuji coba. Kendaraan dari arah Tangerang harus melalui Jalan Paramater Selatan, yang pintu masuknya sekitar 200 meter dari pintu M1.

    Namun, untuk masuk ke jalur alternatif itu, kendaraan dari Jalan Surya Dharma harus berputar arah dan berbelok ke kiri terlebih dahulu, sehingga sangat riskan terjadi kemacetan.

    Apalagi, untuk ke jalur itu masih minim petunjuk dan rambu lalu lintas sebagai pedoman pengendara. Tempo melintasi Jalan Paramater Selatan yang terdiri dari dua lajur untuk satu arah belum melihat rambu lalu lintas dan petunjuk di jalan itu. Hanya ada tulisan "Dilarang Berhenti" di sepanjang jalur itu.

    Badan jalan yang dibangun di sisi runway dan tempat parkir pesawat membuat pengendara bisa melihat langsung pesawat yang akan landing maupun take off. Jalan dan landasan pesawat hanya dibatasi pagar kawat setinggi 4 meter.

    Selepas melalui Jalan Parameter Selatan, arus lalu lintas macet di Jalan Husein Sastranegara, sekitar 500 meter menjelang pertigaan ke Bandara dan Rawa Bokor. Di pertigan ini, kendaraan yang akan ke Bandara berbelok ke kiri dan kendaraan yang akan ke Jakarta bergerak lurus melalui Kecamatan Benda dengan jalan memutar ke arah Pintu Tol Sedyatmo.

    Adapun kendaraan dari Bandara yang akan ke Tangerang harus melalui Jalan Paramater Utara, yaitu dari Gapura Bandara, belok kiri melalui SPBU. Meski relatif lancar, jalur ini juga masih minim rambu dan petunjuk jalan.

    Selepas dari Parameter Utara, jalur kendaraan bersinggungan dengan kendaraan dari arah dan ke Kampung Melayu, Teluk Naga di Jalan Surya Darma, sehingga rawan terjadi kemacetan.

    Manager Umum PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, mengakui jalur alternatif yang akan resmi digunakan 26 Desember nanti belum dipasang rambu. "Karena hasil uji coba hari ini masih akan kami evaluasi kembali," kata Yudis.

    Pemasangan rambu dan petunjuk lainnya, kata Yudis, akan dipasang setelah jalur dinyatakan final untuk dilalui. "Rambu sudah siap dipasang, tinggal menunggu finalisasi jalur," ujar dia.

    JONIANSYAH



    Berita lain:
    Digerebek, Pasangan Ini Mengaku Lagi Nonton Bola 
    Pakai Bahu Tol, Ahok Diingatkan Jasa Marga 
    Hari Ini Lahan Akses Terminal Pulogebang Dibayar 
    Polisi Akan Periksa Saksi dalam Tawuran di Ciracas
    Kawasan Paling Rawan Kriminalitas di Monas 
    30 Polisi Atur Lalu Lintas Searah di Bintaro


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.