Pasca Pembongkaran, Ratusan Penjaga Vila Nganggur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan proses pembongkaran villa liar di Desa Megamendung, Puncak, Bogor, (12/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga menyaksikan proses pembongkaran villa liar di Desa Megamendung, Puncak, Bogor, (12/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bogor - Pembongkaran ratusan vila dan bangunan liar di kawasan Puncak oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada akhir tahun 2013, disesalkan pelaku pariwisata.

    Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Cisarua, Teguh Mulyana, mengatakan pembongkaran vila berdampak negatif bagi pariwisata di Puncak serta merugikan sejumlah pemilik dan penjaga vila.

    Alasannya, sebagian vila-vila yang dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor pada 20 November-23 Desember 2013, tersebut sudah di-booking (dipesan) untuk liburan Natal dan tahun baru. "Banyak penjaga vila yang rugi dan harus mengembalikan uang sewa karena sudah di-booking, namun vilanya malah dibongkar," kata Teguh.

    Beberapa penjaga vila, kata dia, terpaksa menjual motornya untuk mengganti uang muka kepada calon penyewa vila. Adapun uang muka tersebut sudah banyak terpakai untuk keperluan membayar listrik dan keperluan lainya.

    "Salah satu contohnya adalah Pak Dedeh, penjaga vila Raisa. Dia terpaksa jual motor (yamaha Vega)-nya, untuk ganti uang muka. Jumlah yang mesti diganti Rp 4 juta," ujar dia. “Sebagian besar dari 130 penjaga vila yang masuk dalam binaan Kompepar, kini menganggur," kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.