Ahok Denda Kontraktor Nakal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan penyerapan anggaran belanja daerah sepanjang 2013 dipastikan tidak akan mencapai 90 persen. Apalagi hingga 97 persen seperti yang pernah ditargetkan.

    "Saya kira awalnya masih mampu kejar 90 persen, tapi beberapa sudah menyerah," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, saat ditemui di kantornya pada Senin, 23 Desember 2013.

    Anggaran belanja daerah Provinsi DKI Jakarta untuk 2013 adalah sebesar Rp 49,9 triliun. Hingga awal Desember lalu, penyerapan anggaran diketahui baru mencapai 55,2 persen.

    Ahok lalu mengatakan pada hari ini bahwa laporan yang ia terima telah menunjukkan penyerapan sekitar 70 persen. "Penyebabnya jelas karena kontraktor tidak bagus, yang tidak menyelesaikan pekerjaannya," katanya.

    Kontraktor-kontraktor tersebut, menurut Ahok, telah disodorkan pilihan untuk menyelesaikan proyek pada tahun depan atau denda. "Beberapa kontraktor memilih denda," ujar dia.

    Dengan konsekuensi besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA), Ahok mengatakan, tidak ada masalah mengingat uangnya tidak hilang. "Misalnya, sekarang baru ada 11 SPBG dan awalnya kami targetkan 45, tidak bisa dipaksakan," ujarnya.

    Untuk anggaran tahun 2014, Ahok mengatakan, penerapan sistem e-budgeting akan dimulai di mana penyelewengan penggunaan anggaran dapat diminimalisir.

    ISMI DAMAYANTI

    Terpopuler
    PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi

    Soal Wagub DKI, Tri Risma: Mendampingi Siapa? 

    Jilbab Polwan, Din Tuding Kapolri Permainkan Agama

    Gantikan Atut, Rano Karno Hadiri Acara Demokrat 

    Orang Dekat Anas Diincar Pengacara SBY  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.