Jelang Natal, Polisi Bogor Sterilisasi Gereja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Bogor - Untuk menghindari aksi teror malam Natal dan memberikan rasa aman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah misa Natal, Kepolisian Resor Bogor Kota melakukan penyisiran dan sterilisasi di seluruh gereja yang ada di Kota Bogor, Selasa, 23 Desember 2013 pagi.

    Salah satu gereja yang disisir adalah Gereja Katolik Paroki Katedral di Jalan Raya Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor,

    "Penyisiran ini akan kita lakukan di semua gereja yang ada dan juga lokasi ibadah di Kota Bogor untuk memberikan rasa aman bagi umat yang akan menjalankan ibadah misa dan merayakan Natal," kata Kepala Polisi Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa, 23 Desember 2013.

    Ia mengatakan, ada sekitar 63 gereja dan lokasi yang akan dijadikan untuk tempat ibadah umat kristiani di kota Bogor. Namun, ada beberapa gereja yang mendapat pengamanan dan penyisiran intensif antara lain Gereja Katedral Budi Mulya, Zebouth, Beniktus, Kristus karena termasuk gereja-gereja besar dan banyak umatnya.

    "Kami juga minta bantuan dari petugas Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Barat dengan menggunakan alat metal detektor. Seluruh sudut gereja akan diperiksa, baik dalam maupun di luar bangunan gereja," kata dia. (Baca : Natal, Setiap Gereja Dijaga 10 Satpol PP)

    Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang ikut melakukan sterilisasi sejumlah gereja di Kota Bogor itu berharap pelaksanaan Natal ini berjalan dengan aman dan kondusif, "Kita sudah melakukan rapat dengan jajaran Muspida dan menjamin keamanan dalam pelaksanaan ibadah Natal ini berjalan lancar, aman dan kondusif," kata dia.

    Sementara itu, pastor paroki Katedral Kota Bogor Romo Benyamin Sudarto mengatakan, selain mendapatkan pengamanan dari pihak Kepolisian Kota Bogor, pengurus gereja pun memiliki pengamanan internal gereja, "Ada sekitar 30 petugas untuk pengamanan internal dan dalam gereja," kata dia.

    Dalam pelaksanaan pengamanan internal, pihak gereja sudah menghimbau kepada 16.000 umat gereja Katedral agar tidak membawa tas besar saat melaksanakan ibadah misa, "Kita ada dua kali misa malam Natal, yakni pukul 17.00 dan 20.00. Kita mengimbau jemaat agar tidak membawa tas besar saat misa," kata dia.

    M SIDIK PERMANA

    Berita Terpopuler

    FPI Giring Seorang Perempuan ke Kantor Polisi
    Rute Pengalihan Kendaraan Bandara Membingungkan
    Ketua DPC Hanura Depok Mengkonsumsi Sabu
    Bogor Klaim Pembongkaran Vila Lampaui Target


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.