Jokowi Masih Kaji Penghapusan Sistem 3 in 1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyapa  gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). Gubenur DKI Jakarta Jokowi disela-sela kesibukannya menyempatkan berolahraga dan menyapa warga yang beraktivitas di kawasan tersebut . TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga menyapa gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). Gubenur DKI Jakarta Jokowi disela-sela kesibukannya menyempatkan berolahraga dan menyapa warga yang beraktivitas di kawasan tersebut . TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menghapus sistem 3 in 1 di jalan protokol. "Sedang dihitung. Nanti kalau sudah diputus akan disampaikan," kata Jokowi saat ditemui di kantor Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 24 Desember 2013.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyampaikan usulan untuk menghapus sistem tiga penumpang pada satu kendaraan untuk melewati jalan protokol di Ibu Kota karena dinilai tidak efektif mengurangi kemacetan.

    Jokowi sendiri menyatakan sistem 3 in 1 tersebut terbukti tidak efektif dengan banyaknya praktek joki. "Apanya yang efektif? Jokinya banyak gitu," kata Jokowi. (Baca: Penutupan Pintu Tol Dihentikan, 3 in 1 Berlaku )

    Jokowi tidak merinci perhitungan apa yang tengah dilakukan. Ia hanya menegaskan progres penghapusan sistem tersebut masih dalam perhitungan. "Masih dihitung. Masih dihitung," katanya.

    ISMI DAMAYANTI

    Berita Terpopuler

    FPI Giring Seorang Perempuan ke Kantor Polisi
    Rute Pengalihan Kendaraan Bandara Membingungkan
    Ketua DPC Hanura Depok Mengkonsumsi Sabu
    Pekerja Pelindo II Ancam Mogok Susulan Januari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.