Para TKW di Bekasi Mengaku Ditipu Sponsor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 12 calon tenaga kerja wanita (TKW) berhasil diamankan di Polres Jakarta Selatan, Rabu (15/12). Calon TKW yang diduga korban penggelapan manusia (Human Trafficking) ini diamankan dari penampungan daerah jalan Pengadegan, Pancoran beberapa hari lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebanyak 12 calon tenaga kerja wanita (TKW) berhasil diamankan di Polres Jakarta Selatan, Rabu (15/12). Calon TKW yang diduga korban penggelapan manusia (Human Trafficking) ini diamankan dari penampungan daerah jalan Pengadegan, Pancoran beberapa hari lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan calon Tenaga Kerja Wanita yang dibawa polisi dari tempat penampungan ilegal di Kota Bekasi, merasa ditipu oleh sponsor yang merekrutnya. "Saya ingin kerja di luar pulau, kok malah akan dikirim ke Malaysia," kata Siti Qoyum, 29 tahun, Selasa, 24 Desember 2013.

    Siti yang sejak sebulan lalu tiba di penampungan bercerita, awalnya ia mendapatkan informasi lowongan kerja melalui surat kabar harian Surya di Surabaya, Jawa Timur. Karena tercantum nomor telepon, lalu Siti menghubunginya. "Waktu saya datang, langsung diajak ke klinik untuk medical check-up," ujar Siti.

    Siti yang meninggalkan rumah dengan membawa uang sebesar Rp 100 ribu itu, kemudian dibawa ke sebuah pangkalan bus di Mojokerto, Jawa Timur. Saat dalam perjalanan itu lah, sponsor memberitahukan, kalau dirinya akan dikirim ke Malaysia. "Saya tidak bisa ngapa-ngapain," kata Siti.

    Tak disangka, ternyata ketika berada di tempat penampungan ia mendapatkan perlakuan tak manusiawi. Dia kerap dihukum seperti loncat-loncat dengan tangan memegang kepala, naik turun tangga dengan membawa ember berisi air, dan sit-up. "Saya tidak kuat, sedih rasanya, seperti di penjara," kata Siti.

    Berbeda dengan Umairoh, 18 tahun, calon TKW asal Lampung itu tak pernah mendapatkan hukuman dari trainer. Setiap hari dia hanya belajar menjadi pembantu rumah tangga. Namun, meski sudah tiga bulan di tempat penampungan dia tak kunjung bekerja. "Katanya saya dikirim ke Singapura," ujar Umairoh.

    Umairoh berangkat ke penampungan di antar oleh sponsor yang ada di kampungnya. Kepada sponsor itu, dia hanya memberikan dokumen berupa ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) asli, Kartu Keluarga. "KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya tidak punya," katanya. "Semua dokumen imigrasi diurus oleh sponsor," ia menambahkan.

    Pantauan Tempo di lokasi rumah di Jalan Cendana Nomor 14, Perumahan Jaka Permai, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang dijadikan tempat penampungan 161 calon TKW tersebut ramai dikerumuni warga. Garis polisi sudah terpasang di pintu gerbang.

    Terdapat dua rumah yang dijadikan lokasi penampungan, letaknya bersampingan. Namun, aksesnya hanya satu gerbang. Gerbang itu terdapat gembok beserta rantainya. Polisi tengah melakukan identifikasi kepada para calon TKW tersebut.

    ADI WARSONO


    Topik Terhangat
    Atut Ditahan |
    Natal dan Tahun Baru | SEA Games | Jokowi Nyapres | Petaka Bintaro |

    Topik Terhangat
    Hambit Bintih Dilantik, KPK Protes 
    KPK Sita 31 Sepeda Motor Terkait Akil Mochtar
    Di Tahanan, Gerak-gerik Atut Disorot CCTV
    Antara Tuhan dan Penangguhan Penahanan Atut
    Koruptor Incar Dana Optimalisasi Rp 26,96 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.