Natal, Penumpang KRL Bekasi Melonjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberi petunjuk cara penggunaan tiket elektronik (e-tiket) KRL Commuter Line pada hari pertama penerapan tarif progresif dan e-tiket di stasiun Bekasi, Bekasi, Jawa Barat (1/7). ANTARA/Paramayuda

    Petugas memberi petunjuk cara penggunaan tiket elektronik (e-tiket) KRL Commuter Line pada hari pertama penerapan tarif progresif dan e-tiket di stasiun Bekasi, Bekasi, Jawa Barat (1/7). ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Bekasi - Penumpang Kereta Rel Listrik Commuter Line di Stasiun Bekasi mengalami lonjakan di hari Natal. Bahkan, antrean tiket mencapai panjang 30 sampai 60 meter. "Masyarakat yang ingin berlibur ke Jakarta," kata Wakil Kepala Stasiun Bekasi, Bambang Setiawan, Rabu, 25 Desember 2013.

    Bambang mengatakan, pada libur Natal jumlah penumpang diprediksi naik 20 persen dari hari biasa. Sebelumnya, rata-rata jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Bekasi mencapai 12 ribu orang. "Panjang antrean sejak pukul 09.00 WIB," ujar Bambang.

    Meski demikian, pelayanan di Stasiun Bekasi berjalan kondusif. Tak sampai terjadi desakan hingga berujung kericuhan saat calon penumpang antre. Warga tertib ketika memasuki area stasiun untuk naik kereta.

    Adapun masyarakat yang menggunakan jasa kereta mengaku ingin berlibur ke Jakarta. Tujuannya, rata-rata ke Kota Tua dan Monumen Nasional. "Ingin berlibur ke Kota Tua, mumpung hari libur," kata Suryadi, 45 tahun, yang pergi bersama istri dan dua anaknya.

    Di Terminal Induk Kota Bekasi tak terjadi lonjakan penumpang, sehingga Dinas Perhubungan tidak perlu menyiapkan bus cadangan. "Masih kondusif, dapat dikendalikan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Supandi Budiman.

    Supandi mengatakan, penumpang yang mengalami lonjakan didominasi bus tujuan Jawa Barat. Sebab, menjelang libur panjang banyak warga Bekasi yang ingin pulang kampung.

    ADI WARSONO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?