CCTV Tak Aktif, Penembak Halte Transjakarta Lolos  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Halte Busway Buaran yang dihancurkan dan dibakar oleh warga yang tidak terima atas eksekusi lahan di bantaran jalan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta Timur, Rabu (9/10). Eksekusi penggusuran lahan inin dilakukan oleh Satpol Pamong Praja dan ratusan petugas kepolisian. TEMPO/Fardi Bestari

    Kondisi Halte Busway Buaran yang dihancurkan dan dibakar oleh warga yang tidak terima atas eksekusi lahan di bantaran jalan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta Timur, Rabu (9/10). Eksekusi penggusuran lahan inin dilakukan oleh Satpol Pamong Praja dan ratusan petugas kepolisian. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku penembakan halte Transjakarta Raden Inten, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Durensawit, Jakarta Timur, belum terungkap. Polisi mengaku kesulitan mendapatkan petunjuk identitas pelaku. Satu-satunya harapan untuk mengungkap pelaku yaitu melalui Closed Circuit Televison (CCTV) di halte tersebut, namun ternyata tak berfungsi. 

    "CCTV di lokasi tak aktif," ucap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, Rabu, 25 Desember 2013. Polisi masih terus menyelidiki termasuk mencari tahu kenapa kamera pantau halte tidak aktif.

    Dihubungi terpisah, Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta, Pargaulan Butar Butar, mengatakan memang ada CCTV yang tak aktif di beberapa halte. "Yang tak aktif karena sempat ada perbaikan halte," kata dia. Ia mengaku CCTV tersebut memang tak dilakukan perawatan secara rutin. "Tidak ada kontrol dari awal soal perawatan. Petugas seharusnya ada yang merawat setiap saat," ujarnya. 

    Institusinya akan membuat sistem perawatan yang baik agar CCTV yang ada di setiap halte aktif. "Kami akan berusaha untuk memperbaiki sistem yang ada," katanya. 

    Terkait dengan rencana penambahan CCTV di setiap halte, Pargaulan menyatakan rencana penambahan tertunda. "Lelangnya batal jadi tak ada penambahan," ujar dia. 

    Menurutnya, jarang perusahaan yang berminat mengikuti lelang penambahan CCTV. "Dalam aturan minimal tiga perusahaan. Ini yang berminat hanya satu," kata dia. Saat ditanya kenapa tidak ada yang berminat, ia melanjutkan, "Saya tidak tahu."

    Ketika ditanya apakah nilai kontrak yang kecil berpengaruh terhadap minta tidaknya perusahaan ikut lelang, ia mengaku tak mengetahuinya. "Saya tak hafal nilai kontraknya berapa," ujar dia.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.