Jokowi Diminta Pasang CCTV di Area Publik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah alat kamera CCTV dijadikan tempat menyembunyikan 2.296 gram bruto sabu oleh tersangka ML warga Afrika Selatan saat diamankan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (23/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sebuah alat kamera CCTV dijadikan tempat menyembunyikan 2.296 gram bruto sabu oleh tersangka ML warga Afrika Selatan saat diamankan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (23/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, mengatakan pemerintah DKI Jakarta perlu memasang Closed Circuit Television alias CCTV untuk menekan angka kriminalitas. Khususnya di area publik seperti pasar dan terminal.

    "Bisa bekerja sama dengan Kepolisian atau mandiri lewat Satuan Polisi Pamong Praja," kata Yayat ketika dihubungi pada Kamis, 26 Desember 2013. Menurut Yayat, Jakarta perlu belajar dari kota-kota besar di negara lain, seperti Tokyo dan Singapura.

    Di sana, dia melanjutkan, CCTV sudah menjadi bagian sosial masyarakat. Tujuannya, untuk memberi rasa nyaman bagi warga dalam beraktifitas.

    Area publik seperti lokasi wisata, terminal termasuk stasiun, pasar, dan jembatan penyeberangan, menurut dosen Planologi Universitas Tri Sakti ini adalah lokasi wajib CCTV.

    Area-area ini, dia menambahkan, merupakan lokasi yang paling banyak menjadi sorotan soal tingkat kejahatan. "Makanya butuh CCTV di lokasi tersebut," ujarnya.

    SYAILENDRA

    Berita Lain:
    Kepergok, Sandra Dewi Ngaku Gak Kenal Edgard
    Ahok: Pak Jokowi dan Bu Mega Cuma Mampir
    Wanita Butuh Tidur Lebih Lama
    Bertemu Ahok, Apa Kata Jokowi dan Megawati
    Revisi DNI Dinilai Merugikan Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.