Polisi: Jakarta Harus Punya Banyak Kamera CCTV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Bus Transjakarta tengah membersihkan kaca kamera CCTV (closed circuit television) yang berada di dalam Bus Transjakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang petugas Bus Transjakarta tengah membersihkan kaca kamera CCTV (closed circuit television) yang berada di dalam Bus Transjakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan kamera Closed Circuit Television seharusnya dipasang di setiap sudut kota tempat berlangsungnya kegiatan masyarakat.

    Sebagai ibu kota negara, Jakarta harus memiliki lebih banyak CCTV dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. "Terlebih, Jakarta juga kota metropolitan," kata Rikwanto di kantornya, Kamis, 26 Desember 2013. (Baca: Halte Transjakarta Ditembaki Orang Tak Dikenal)

    Rikwanto menuturkan, pemasangan CCTV berfungsi sebagai alat untuk mengontrol dan mengawasi keadaan di sekitar kamera. Hasil rekamannya, berperan penting saat hal yang tak diinginkan, termasuk tindak kejahatan yang terjadi di lokasi tersebut. "Rekaman CCTV berfungsi mempermudah pengidentifikasian penyebab dan pelaku kejadian," kata dia.

    Sebelumnya, kaca di halte TransJakarta Raden Inten, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Durensawit, Jakarta Timur, ditembak orang tak dikenal pada Selasa, 24 Desember lalu. Penyidik beum berhasil menemukan penyebab atau pelaku penembakan lantaran kamera CCTV di halte itu tak berfungsi sejak Agustus 2013.

    Terkait dugaan penembakan itu, Rikwanto berharap Badan Layanan Umum Transjakarta melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan kamera CCTV di tempat-tempat umum. "Pemasangan bertujuan agar penyelesaiannya lebih cepat jika kasus seperti ini terulang lagi," ujarnya.

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler:
    Natal, Megawati dan Jokowi Kunjungi Ahok
    Mayat Karyawati Membusuk di Kamar Kontrakannya
    Konsumsi Narkoba, Bos Hanura Diancam Bui 12 Tahun
    Jokowi: Perbaikan Tanggul Latuharhary Tiga Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.