Saksi Koreksi Berita Perampokan Bank  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan. haihoi.com

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Rumah toko yang didominasi warna abu-abu itu tertutup rapat, Kamis, 26 Desember 2013. Tak ada aktivitas sedikit pun. Garis polisi pun melintang terpasang di bagian depan toko.

    Rumah toko itu adalah Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) cabang Cijantung, Jakarta Timur. Bank tersebut, Selasa, 24 Desember 2013, menjadi sasaran percobaan perampokan oleh enam orang.

    Perampokan berhasil digagalkan oleh todongan pistol mainan oleh nasabah. "Bukan kepala cabang yang mengeluarkan korek api berbentuk pistol, tapi nasabah. Dia yang cerita dan menunjukkan ke kami pistolnya," ujar Ino Utomo, 67 tahun, pedagang kelontong di dekat lokasi bank tersebut.

    Menurut Ino, ketika perampok hendak menggasak duit bank. Nasabah tersebut mengacungkan korek api berbentuk pistol ke atas. Karena kalap, perampok pun kabur sambil mengeluarkan dua kali tembakan.

    "Saya mengeluarkan korek api (pistol) untuk menakuti mereka. Ternyata mereka takut dan kabur," ujar Ino menirukan ucapan sang nasabah.

    Ino mengaku tak mengetahui nasabah pemberani tersebut tinggalnya di mana. "Yang tahu satpamnya karena sudah kenal. Tapi satpamnya sendiri tinggal di Bogor," katanya.

    Di lain pihak, Kepala Kepolisian Sektor Pasar Rebo, Komisaris Didik Hariyadi, mengatakan pihaknya tengah memburu pelaku. "Kasusnya masih diselidiki, tapi kerugian diperkirakan tidak besar karena tidak ada barang atau uang yang diambil pelaku," kata Didik.

    ERWAN HERMAWAN

    Terpopuler
    Natal, Megawati dan Jokowi Kunjungi Ahok 

    Ditegur Megawati, Jokowi Tutup Jendela Mobil 

    Ini Sosok yang Akan Rebut Golkar dari Dinasti Atut 

    Atut Tak Percayai Rano Karno  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.