Angkot Ngetem Didenda Rp 500 Ribu pada Januari 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CUEK. Sejumlah angkutan umum parkir di depan Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7). Selain tidak mengindahkan rambu lalu lintas dilarang parkir yang dipasang deretan angkot ini juga merusak pemandangan gedung museum Bank Indonesia.TEMPO/Yosep Arkian

    CUEK. Sejumlah angkutan umum parkir di depan Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7). Selain tidak mengindahkan rambu lalu lintas dilarang parkir yang dipasang deretan angkot ini juga merusak pemandangan gedung museum Bank Indonesia.TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan denda maksimal pada angkutan umum yang ngetem akan diterapkan pada awal Januari 2014. Peraturan ini, kata dia, merupakan pengembangan dari penerapan denda maksimal pada penerobos jalur Transjakarta.

    Rikwanto menuturkan, peraturan ini juga masih akan bekerja sama dengan pihak kejaksaan, pengadilan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berujar sosialisasi mengenai denda ini cukup melalui pemberitaan media dan sudah termasuk pada sosialisasi penerapan denda sebelumnya.

    Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Rikwanto mengatakan, nilai denda bagi pengemudi angkot yang ngetem sama dengan penerobos Transjakarta, yakni Rp 500 ribu. Selain pada dua jenis pelanggaran, ia berujar denda juga akan dikenakan bagi pengemudi yang melawan arus, penerobos palang pintu perlintasan, dan pengemudi yang memarkir kendaraannya secara sembarangan.

    "Dalam undang-undang, ada atau tidak ada rambu, ngetem memang tidak diperbolehkan," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo.

    Pengguna jalan dan angkutan umum menyambut rencana penerapan denda tersebut. Marini, 25 tahun, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyatakan angkutan umum kerap bikin macet di jalan. "Paling kesal kalau sudah naik turunin penumpang di perempatan," ujarnya.

    Pengguna kendaraan umum, Baihaki, 29 tahun, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, juga senang. "Kalau angkot enggak ngetem, sampainya lebih cepat," ujar dia.

    Yang tak senang dengan kabar ini juga ada, salah satunya sopir angkot C01 jurusan Senen-Lebak Bulus, Ateng, 32 tahun. "Kalau enggak ngetem ya enggak dapat penumpang," ujarnya. Bila kelak peraturan berlaku, ia siap main kucing-kucingan dengan petugas. "Lagian di jalur saya jarang ada polisi," ujarnya menantang.

    LINDA HAIRANI

    Terpopuler
    Natal, Megawati dan Jokowi Kunjungi Ahok 

    Ditegur Megawati, Jokowi Tutup Jendela Mobil 

    Ini Sosok yang Akan Rebut Golkar dari Dinasti Atut 

    Atut Tak Percayai Rano Karno  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.